translate

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

15 Des 2011

Hebat !!! Anak Pesisir Dapat Beasiswa BIDIK MISI



Rini penerima BIDIKMISI Jalur undangan
Demak –Bagi Rini Sulistiyani (18) warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung Kabupaten Demak awal bulan ini merupakan hari istimewa bagi dirinya karena angan-angannya untuk kuliah Perguruan Tinggi tanpa biaya terlaksana sudah. Lewat Beasiswa BIDIKMISI jalur Undangan ia sudah terregistrasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi jurusan PPKN UNY ( Universitas Negeri Yogyakarta) setelah ia dinyatakan sebagai salah satu penerima beasiswa. Sehingga hari-harinya kini setelah menyelesaikan pendidikannya di MA ( Madrasah Aliyah ) Ribhul Ulum desaKedungmutih diisi persiapan menuju kampus di Yogyakarta. Meski dia berasal dari desa namun ia bertekad untuk belajar sebaik-baiknya , apalagi negara telah membiayai sampai lulus nanti.
“ Pada awalnya saya tidak menyangka bisa masuk Bidikmisi jalur undangan, namun setelah fihak sekolah mengabari itu saya baru percaya . Beberapa hari ini saya mengurusi persyaratan registrasi mudah-mudahan semuanya berjalan lancar “, ujar Rini yang ditemui di rumahnya Jum’at (3/6/2011)
Rini yang disekolah dikenal siswi yang aktif berorganisasi mengatakan , keinginannya untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi tumbuh semenjak bersekolah di Madrasah Aliyah . Oleh karena itu dia berpesan kepada orang tuanya untuk menabung sejak dini mempersiapkan biaya kuliahnya nanti karena kondisi ekonomi orang tuanya yang pas-pasan. Harapannya jika usai lulus nanti dia akan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi meskipun perguruan tinggi yang tidak favorit atau Negeri. Dia ingin kehidupannya ke depan ada perbedaan dengan orangtuanya yang hanya sebagai nelayan dan buruh penyewa tambak. Oleh karena itu selain belajar dengan penuh semangat iapun mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan di sekolahnya baik OSIS, Pramuka dan kegiatan lainnya.
“ Alhamdulillah harapan saya untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi terkabul lewat BIDIKMISI jalur undangan , mudah-mudahan ke depan kuliah saya bisa lancar sampai meraih gelar satjana “, tambah Rini.
Sementara itu Mafruhah (45) orang tua Rini yang ditemui mengatakan, bangga dan haru atas terpilihnya Rini sebagai salah satu penerima beasiswa Bidikmisi jalur undangan ini . Sebagai orang desa yang hidup dari menyewa tambak diakuinya tidak mampu untuk membiayai kuliah anaknya secara mandiri di perguruan tinggi negeri . Oleh karena itu ketika fihak sekolah mengajukan anaknya untuk mendapatkan beasiwa bidikmi iapun berdo’a agar diterima , karena bila terlaksana Rini merupakan satu-satunya anak yang kuliah diperguruan tinggi. Oleh karena itu ketika diberi tahu anaknya diterima di UNY dengan biaya negara iapun bersyukur gembira , karena cita-cita anak ketiganya akan terlaksana.
“ Rini anaknya memang rajin , dulu ketika masuk madrasah sudah pernah bilang pada saya setelah lulus nanti ingin melanjutkan kuliah diperguruan tinggi dan nyuruh saya untuk menabung. Sebagai orang tua saya bangga dan gembira dia bisa kuliah tanpa biaya karena mendapatkan beasisawa dari BIDIKMISI “, kata Mafrukhah ibu Rini pada local.detik.com
Kepala MA “Ribhul Ulum” Kedungmutih M. Syafiq, S Pd yang ditemui mengatakan , dari 10 siswa yang diajukan beasiawa bidik misi jalur undangan memang hanya 1 yang diterima , namun demikian fihaknya optimis siswa yang mengikuti beasiswa bidik misi jalur SNMPTN kemungkinan ada yang diterima. Oleh karena itu siswa yang tidak diterima lewat jalur undangan maka di daftarkan lagi mengikuti tes SNMPTN. Hasilnya akan diketahui nanti pada tanggal 28 Juni 2011 .
“ Tahun lalu siswa kami yang diterima di program beasiswa Bidik Misi 3 siswa , mudah-mudahan tahun ini mengulang kejadian tahun yang lalu “, harapnya (FM)

Karnaval YASPIRU Kedungmutih Demak Kreatif Dan Meriah


Kirab bendera Merah Putih
Demak – YASPIRU ( Yayasan Pendidikan Islam Ribhul Ulum ) desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak yang bergerak di bidang pendidikan mulai  RA ( Raudlatul Athfal) , Madin ( Madrasah Diniyyah ) ,MI ( Madrasah Ibtidaiyah) , MTs ( Madrasah Tsanawiyah ) dan Juga MA (Madrasah Aliyah) menutup tahun pelajaran 2010/2011 dengan mengadakan karnaval bersama. Seluruh siswa dari masing masing unit pendidikan menampilkan kreasinya baik pakaian , penampilan serta atribut lain agar suasana karnaval menjadi meriah. Selain barisan bendera sebagai “cucuk lampah” disusul barisan lain dengan berbagai kreasi diantarana rombongan hantu , rombongan Ayo sekolah, parade sarjana sampai dengan rombongan sepeda hias.  Selain itu pula seluruh pengajar dilingkungan YASPIRU ikut berkeliling meramaikan karnaval yang rutin dilakukan setahun sekali.
“  Ya ini sebagai perwujudan kebersamaan kami dalam rangka mengabdikan diri kepada masyarakat , selain itu pula , mendidik para siswa untuk kreatif yang juga mandiri “, ujar Muzawaid S Ag Ketua Yaspiru di sela-sela kegiatan karnaval.
koruptor gayus dalam karnaval
Dengan start di depan Gedung MA rombongan bergerak mengelilingi jalan-jalan desa, setiap berhenti disetiap gang masing-masing rombongan mempertunjukkan kebolehannya ada yang menyanyi , menari berjoget dan berteriak yel-yel yang membuat suasana ramai dan meriah.  Warga masyarakat yang sejak siang hari mennatikan rombongan berjajar rapi di depan rumah masing-masing guna melihat penampilan anak-anak mereka yang ikut dalam karnaval. Meski cuaca panas karnaval yang dimulai sekitar pukul 3 terus bergerak berkeliling desa dengan finish di pasar lama  yang menjadi ajang acara haflah Akhirussanah Yaspiru. Agar suasana karnaval berjalan lancar dan tertib panitia memberikan hadiah kejutan (door prize ) bagi peserta karnaval.
yuk kita sekolah
“ Meski hadiah door prize ini tidak seberapa , namun kami harapkan hadiah ini sebagai pemacu semangat mereka dalam mengikuti karnaval pada sore hari ini. Selain jam dinding , tas , topi dan buku kami berikan pada mereka “ ujar Musa Abdillah S Hi salah seorang panitia pada local,detik.com yang mewawancarainya.
Kepala RA " Robhul Ulum" dan rombongannya
Sementara itu beberapa siswa yang mengikuti jalannya karnaval mengaku bangga dan senang atas diadakannya acara tersebut , selain sebagai perwujudan rasa kebersamaan antar teman juga bisa menumbuhkan sifat berani . Oleh karena masing-masing siswa menunjukkan kreasinya masing dengan bahan yang murah   mereka tampil beda dengan kondisi sehari-hari, sehingga penampilan itu ada yang lucu , menyeramkan , dan juga membuat tertawa terpingkal-pingkal. Dengan penampilan itu mereka kelihatan enjoy dan senang apalagi jika adegan mereka bisa membuat orang tertawa mereka bertambah gayanya.
Pembagian doorprize
“  Wah meski tak kebagian doorprize pokoknya ikut senang , apalagi kita bisa bebas bergaya sepenuhnya tanpa ada yang melarang asal penampilan kita sopan “, ujar Fajrus kelas VII Mts “Ribhul ulum “ yang mengikuti kegiatan karnaval .
Karnaval yang diikuti lebih dari 500 siswa bertambah  meriah lagi dengan ditampilkannya grup Drum Band dari Sekolah tetangga SMP Al-Madina Desa Kaliombo Jepara  , dengan lagu-lagu yang populer saat ini . Selain sebagai penyemangat dilingkungan YASPIRU agar memiliki kegiatan yang sama juga diharapkan bisa menghibur masyarakat yang melihat dari dekal suasana karnaval.(FM)

Pentas Seni YASPIRU Kedungmutih Demak Membanggakan

Kething Kuning dan Yuyu kangkang
Demak, Pentas Seni YASPIRU ( Yayasan Pendidikan Islam Ribhul Ulum ) desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak yang diadakan bersamaan dengan pelepasan siswa RA , Mts, dan MA berlangsung meriah. Selain menampilkan gerak dan lagu oleh anak-anak RA juga ditampilkan seni peran atau drama modern mulai dari siswa MI sampai dengan MA , masing-masing menunjukkan kebolehannya diatas panggung. Meski latihan hanya beberapa saat saja penampilan mereka cukup prima sehingga mampu menghipnotis para penonton yaitu para orang tua siswa dan juga warga masyarakat yang lain. Selain lakon yang dipilih cukup tepat , juga gerakan para pemainnya membuat yang hadir , tersenyum bangga.
” Saya tiak menyangka meskipun mereka sekolah di desa namun kemampuan mereka tidak kalah dengan yang bersekolah di kota , gerakan serta tutur kata mereka bisa menghibur para penonton ”, ujar salah seorang penonton disela-sela pementasan .
Mbok Rondo dan anak-anaknya
Pada malam itu siswa-siswi MI menampilkan drama berjudul ” Andhe-andhe Lumut” yang mengambil setting kerajaan Jenggala yang kehilangan putra mahkota yang sedang mengembara ke desa mencari sang permaisuri . Dalam pengembaraan itu sang putri bertemu dengan yuyu kangkang dan akhirnya sang putri bisa bertemu putra mahkota yang tidak lain adalah Si Andhe-andhe lumut. Cerita itu diperankan cukup apik oleh siswa siswi MI kelas 3 dengan kelucuan dan kecentilannya. Penampilan sekitar 15 menit tersebut mampu membuat penonton berdecak kagum.
Sementara itu siswa siswi MTs ” Ribhul Ulum” menampilkan drama yang berjudul ” Anak Yang sombong ” dengan setting sekolah masa kini dengan siswa siswinya yang modern dengan HP sehingga membuat malas belajar. Ketika ada ujian sekolah ada satu siswa dari keluarga kaya sok dan sombong tidak mau belajar justru nongkrong di kantin. Selain itu agar ujiannya lulus dia pergi ke dukun minta petunjuk agar ujiannya lulus , oleh sang dukun di anak sombong tersebut di beri jampi-jampi dan resep . Namun malang karena kesombongannya itu , karena tidak belajar dia tidak lulus yang akhirnya iapun menyesali perbuatannya.
Adegan drama MA ‘ Ribhul Ulum”
Drama yang diperankan oleh siswa siswi MTs yang berdurasi sekitar 25 menit , juga membuat decak kagum para penonton apalagi peran dukun yang membuat semua penonton terpingkal-pingkal karena kelucuannya. Demikian juga pemeran pelajarnyapun cukup menjiwai sehingga pagelaran itu membut para penonton tidak bergeming dari tempat duduknya.
Pagelaran pentas seni terakhir diisi oleh siswa siswi MA ( Madrasah Aliyah ) dengan judul ” kokok betok-betok ” yang mengisahkan satu keluarga yang kepala keluarganya suka mengadu jago. Saking cintanya pada jago aduannya maka keperluan keluarga tidak diurusinya , sehingga setiap hari dia mengurusi jago kesayangannya untuk di adu dengan harapan mendapatkan kemenangan . Menurutnya dengan kemenangan jagonya dalam laga atau pertandingan akan mendapatkan hadiah 100 juta yang nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga terutama membelikan anaknya sepeda motor . Namun naas dalam pertandingan itu jagonya keok sehingga seluruh hartanya habis digunakan untuk bertaruh , sehingga menyebabkan dia sakit ingatan dan membuat keuarganya berantakan.
Seluruh pemain bergambar bersama
Drama yang berdurasi selama hampir 30 menit benar-benar memikat para penonton , selain dialognya yang jelas , juga diselingi joke-joke yang membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Selain itu pula dalam drama ini juga diisi dengan nyanyian dan juga tarian sehingga makin membuat penonton tidak beranjak dari tempat duduknya meski sekejap.
” Mudah-mudahan ke depan anak-anak yang mengikuti seni pentas drama , salah satunya ada yang menjadi artis agar dapat menjadfi penyemangat yang lain agar juga menekuni dunia seni peran ” , harap Suhari S Pd I Kepala MTs ” Ribhul Ulum” di sela-sela pentas seni. (FM)

Ada Madrasah Gratis Di Kedungmutih Demak

H. Sakdun Kepala Madin di acara pelepasan siswa
Demak -  Dalam situasi ekonomi yang sulit ini masih ada kumpulan orang yang peduli akan pentingnya pendidikan agama Islam dan  menyediakan pendidikan Madrasah Diniyyah secara gratis. Adalah Madrasah Diniyyah  Awwaliyah “ Ribbul Ulum” 01 desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak yang telah 5 tahun membebaskan siswanya dari iuran bulanan (SPP) . Sehingga orang tua siswa /wali hanyalah menyediakan kebutuhan belajar anaknya seperti buku-buku pelajaran dan uang semesteran saja.
“ Ya mudah-mudahan kami semua saya dan guru kami semua diberi kesehatan agar kami terus dapat menyelenggarakan pendidikan gratis untuk warga disini “, tutur  H. Ahmad Sakdun Kepala Madrasah Diniyyah Awwaliyah Ribhul Ulum 01 Jum’at (15/7/2011)
Madrasah yang berusia sudah puluhan tahun ini 5 tahun yang lalu masih membebankan biaya pendidikan untuk siswanya .Namun setelah adanya kampanye sekolah gratis oleh pemerintah, meski tidak mendapatkan BOS madrasah ini serta merta melakukan hal yang sama . Dengan pertimbangan agar orang tua yang menyekolahkan anaknya di madrasah ini tidak lagi terbebani oleh biaya.
“ Alhamdulillah sudah 5 tahun ini Madrasah ini tidak lagi ada biaya yang dikeluarkan oleh orang tua siswa “, tambah H. Ahmad Sakdun.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam “Ribhul Ulum”  Kedungmutih Muzawaid. S Ag mengatakan , bentuk pendidikan gratis di salah satu unit pendidikan di yayasannya adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap warga masyarakat. Hal itu bisa dilaksanakan karena gedung yang digunakan untuk belajar adalah milik unit pendidikan yang lainnya. Namun demikian fihaknya menyambut positif atas kebijakan yang dilakukan oleh salah satu unit pendidikan di yayasannya.
Meski gratis namun ia berharap proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik. Guru yang mengajar meski tidak ada bayaran tidak akan kehilangan semangat dalam menyampaikan materi kepada siswa. Sehingga hasil belajar yang didapatkan para siswa akan maksimal seperti halnya sekolah yang membayar.
“ Karena ini sudah kemauan pengelola utamanya unit pendidikan diniyyah yang membebaskan pungutan kepada siswanya , fihak yayasan akan selalu mendukung keberadaan Madrasah ini sebagai tempat untuk mendidik generasi penerus bangsa “, kata Muzawaid, S Ag dihadapan orang tua siswa yang menghadiri pelepasan siswa tahun pelajaran 1432 H .(FM)

Alhamdulilah !!! Mufiati Siswi Pesisir Demak Terima Bidik Misi

Mufiati Alumni MA " Ribhul Ulum" penerima Bidik Misi
Demak – Bagi Mufiati mengenyam bangku kuliah di perguruan tinggi merupakan impiannya setelah lulus Madrasah Aliyah ” Ribhul Ulum ” desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak tahun 2010 yang lalu. Karena kondisi ekonomi orang tuanya yang tidak memungkinkan mengikuti jalur umum maka iapun mengikuti seleksi lewat jalur bidik misi yang diperuntukkan keluarga miskin . Namun sayang tiga perguruan tinggi yang ia masuki semuanya gagal tidak membuahkan hasil , sehingga keinginannya untuk kuliah di pergurun tinggi pupus sudah.
Untuk mengisi waktunya yang lowong itu ia pergunakan untuk membantu mengajar di sebuah Madrasah Diniyah dengan tujuan mendapatkan imbalan . Selanjutnya honor tersebut dipergunakan untuk membayar uang kuliah di Perguruan Tinggi swasta yang terdekat dari rumahnya. Setiap hari ia berangkat kerja dengan naik sepeda , dengan tujuan honornya tersebut dikumpulkan untuk persiapan membayar kuliah di PTS . Mengandalkan biaya dari orang tuanya jelas tidak mungkin , selain ayahnya sudah tidak ada penghasilan ibunya sebagai penjual kepiting juga tidak seberapa.
” Waktu saya ditawari untuk mencoba mendaftarkan diri lagi mengikuti SNMPTN Bidik Misi awalnya menolak , namun karena pak Syafik dan Pak Musa mendorong saya terus akhirnya saya bersedia mencoba lagi mengikuti tes pada tahun 2011 ”, ujar Mufiati yang ditemui Sabtu (16/7/2011) dalam rangka persiapan registrasi.
Dengan belajar seadanya karena sudah tertinggal satu tahun iapun mengikuti tes SNMPTN di Semarang bersamaan dengan beberapa siswa MA ”Ribhul Ulum” yang mengikuti jalur Bidik Misi. Di sana iapun bersaing dengan ratusan siswa yang mengharapkan juga kursi mahasiswa Bidik Misi karena mereka juga dari keluarga yang kurang mampu. Berkat do’a dan juga semangatnya ingin kuliah dan meraih sarjana iapun akhirnya lolos tes dan masuk di UIN Sunan kalijaga Yogyakarta jurusan Bahasa Arab.
” Besok pagi rencana registrasi ke Yogyakarta , setelah itu ada visitasi dari kampus . Mudah-mudahan tidak ada aral merintang dan keinginan saya untuk dapat kuliah dan mendapatkan beasiswa tercapai ”, harap Mufiati.
Selain berkas-berkas ijasah dan surat yang lainnya , ada juga surat keterangan dari desa yang menerangkan orang tuanya termasuk dari golongan kurang mampu . Memang setelah ayahnya meninggal dunia ekonomi keluarganya menjadi morat-marit karena hanya mengandalkan penghasilan dari ibunya yang tidak seberapa. Oleh karena itu setelah ia lulus MA keinginannya untuk kuliah ke Perguruan Tinggi urung karena melihat ekonomi keluarganya yang jelas tidak mampu. Selain dirinya ia masih mempunyai kakak dan adik yang masih mengantungkan ekonomi pada ibunya.
Dengan diterimanya di UIN Suka Yogyakarta ini bagaikan mimpi yang kesampaian, karena ia bercita-cita menjadi guru yang berpendidikan Sarjana sejak dulu. Dengan pendidikan sarjana itu ia bisa menyumbangkan tenaganya demi kemajuan pendidikan di daerahnya pesisir. Selain itu pula ia juga bisa memberi semangat pada anak pesisir lain agar belajar keras dan mendapatkan kesempatan yang sama kuliah dengan gratis . (FM)

Bersyukur Terima Beasiswa BIDIK MISI Di UIN SUKA Yogyakarta





Ahmad Fatih Kurniawan
Demak – Beasiswa pendidikan untuk siswa miskin berprestasi (BIDIK MISI) pada tahun 2011ini kembali di raih siswa MA “ Ribhul Ulum “ desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak . Salah satu siswa yang cukup beruntung adalah Ahmad Fatih Kurniawan yang kini sudah registrasi di UIN ( Universitas Islam Negeri ) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Meski harus menunggu lama karena adanya visitasi dari kampus namun akhirnya impiannya untuk kuliah di perguruan tinggi negeri dengan beasiswa terkabul juga . Dengan mengambil program studi  Pengembangan Masyarakat Islam dia berharap akan terus dapat belajar memeperbanyak ilmu agar berguna kelak di hari tua.
“ Jika mengandalkan ekonomi orang tua saya yang hanya petambak kecil tidak akan kuat membiayai saya di Perguruan Tinggi . Oleh karena itu ketika ada program Bidik Misi saya ikut mendaftar awalnya saya ikut  jalur undangan namun gagal. Saya coba lagi untuk ikut SNMPTN Alhamdulillah saya lolos bersama satu teman lainnya satu sekolah “, ujar Fatih yang didampingi ayahnya Muhibbin pada kabarseputarmuria.
Ahmad Fatih Kurniawan mengatakan , keinginan untuk kuliah di perguruan tinggi merupakan cita-citanya sejak memasuki bangku sekolah dasar , untuk memenuhi hasratnya itu ia selalu belajar keras . Baik di sekolah formal SD , MTs , MA dan juga sekolah Informal Madrasah Diniyah dan juga ngaji , sehingga hasilnya tidak mengecewakan. Meski tidak masuk peringkat atas  namun ia selalu masuk 10 besar sehingga ketika ada seleksi Bidik Misi iapun berhak mengikutinya.
“ Alhamdulillah mudah-mudahan di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saya diberi kelancaran dalam beajar sehingga bisa mengikuti pelajaran dengan baik “, tambah Fatih .
Sementara itu Muhibin ayah Fatih mengaku bangga dan senang putra pertamanya lolos seleksi mahasiswa baru UIN Yogyakarta dan mendapatkan beasiswa dari negara. Jika mengandalkan ekonomi keluarganya yang hanya dari tambak sempit menurut hitungan sulit membiayai anaknya kuliah di perguruan Tinggi . Selai  harus mempersiapakan untuk registrasi setiap tahunnya , juga biaya hidup setiap bulan harus dikirimkan . Padahal mengharapkan hasil tambak yang tidak menentu untuk makan saja masih harus kesana kemari . Oleh karena itu ketika anaknya lulus dari MA salah satu caranya ya mengharapkan bantua pemerintah lewat beasiswa karena keinginan anaknya yang kuat ingin melanjutkan sekolah.
“ Ya turut bangga dan senang karena anak saya bisa mendapatkan beasiswa dari BIDIK MISI , karena jika saya harus mengeluarkan biaya untuk kuliah dia untuk makan sehari-harinya dari mana pekerjaan pokok saya dari tambak yang sempit yang setiap tahun terus terkena abrasi “, aku Muhibbin.
Oleh karena itu ketika ada visitasi dari kampus yang dilaksanakan oleh salah seorang dosen UIN Yogyakarta ia menunjukkan apa adanya . Selain rumah yang sederhana , pekerjaan pokok serta informasi penunjang lainnya seperti kartu Jamkesmas . Dengan informasi tersebut dia yakin putranya lolos bisa mendapatkan beasiswa yang kelak mengantarkan putranya meraih Sarjana sebagai bekalnya kelak di hari tua.
“ Cuma yang saya ingat bapak yang datang bilang setelah nanti masuk kampus harus selalu belajar yang giat karena semua biaya sudah ditanggung pemerintah . Tugas yang utama adalah belajar yang giat sehingga tidak mengecewakan negara yang telah membiayai “, ujar Muhibbin lagi
Memang beasiswa BIDIK MISI saat ini menjadi dambaan calon mahasiswa dari keluarga miskin karena dengan biaya sendiri jelas mereka tidak mampu memenuhinya . Untuk tahun depan diharapkan pemerintah terus mengelontorkan program ini sehingga kedepan akan tercetak banyak sarjana dari kalangan miskin . Selain mencetak generasi yang berkualitas diharapkan pula mengurangi kemiskinan di Indonesia karena masih rendahnya pendidikan mereka. (FM)