translate

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

16 Des 2011

Ikan Kering Dari Kedungmutih Demak, Dipasarkan Sampai Ke Jawa Timur


Pak Ahmad Junaidi Pengusaha ikan kering dan Terasi
<!–
Demak – Desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak , juga dikenal sebagai penghasil ikan kering , meski jumlah pengusaha yang terjun ke bisnis pengolahan ikan basah menjadi ikan kering ini sedikit namun omzet penjualannya tergolong cukup besar. Hal itu disebabkan selain mengolah sendiri dari ikan basah hasil para nelayan setempat , mereka juga mengepul dalam bentuk sudah jadi dari pengusaha kecil disekitar desa Kedungmutih. Jika musim kemarau tiba seperti ini sebagian rumah mereka dijadikan tempat penampungan ikan sebelum disetorkan ke daerah lain seperti Juana, Rembang dabn juga Tuban Jawa Timur.
” Seminggu dua kali saya mengirim ikan kering 4-5 ton ke pengepul besar di daerah Juana, Rembang dan Tuban Jawa Timur dengan kendaraan carteran saya antar ikan kering ini sampai disana . Di Tuban ikan kering ini dioalah kembali menjadi terasi dan juga olahan ikan lainnya ”, tutur Ahmad Junaidi (45) pengusaha ikan kering dari desa Kedungmutih yang ditemui Jum’at (27/5/2011).

Ahmad Junaidi yang membuka usaha pengeringan ikan sudah lebih dari 10 tahun ini mengatakan, usaha yang dirintisnya bersama istrinya itu belumlah besar seperti sekarang . Dulu dia mengolah ikan kering ini hanya untuk konsumsi sekitar Demak saja , itupun sering di bangkelkan pada pengepul yang bermodal besar . Selain belum mempunyai modal dia juga belum berpengalaman dalam penjualan atau pemasaran , sehingga iapu  memperoleh keuntungan yang kecil. Namun perlahan-lahan usahanyapun semakin besar seiring dengan bertambahnya modal dan juga tenaga. Saat ini selain dirinya an juga istrinya ia dibantu oleh iparnya juga satu tenaga karyawan yang ia bayar setiap bulan .

Selain menyeiakan ikan kering berbagai jenis Ahmad Junaidi juga membuat berbagai macam terasi ari yang murah berbahan baku ikan kering giling sampai yang mahal berbahan baku udang reket dan rebon. Untuk terasi  super berbahan baku reket yang dikenal lezat rasanya ini setiap waktu belum tentu ada , tergantung musim udang reket keluar sehingga harga perkilonya selalu fliktuasi karena ketersediaan bahan baku paling mahal pernah mencapai Rp 50 ribu setiap kilonya . Sedangkan yang berbahan baku udang rebon harganya paling mahal separohnya dari terasi udang reket , namun dari segi rasanya tetap unggul terasi berbahan udang reket. Terasi paling murah biasanya berbahan ikan kering yang digiling halus dicampur air dan diberi bumbu kemudian dikeringkan,namun dipasaran yang paling banyak adalah terasi ini. Selainharganya lebih ekonomis juga setiap waktu pasti ada.

Ikan Kering dari berbagai jenis
”Kalau terasi berbahan baku ikan kering ini paling mahal Rp 10 ribu setiap kilonya , seperti pengepul ikan saya di tuban itu sebagian ikan kering ini diolah menjadi terasi. Tetapi kalau saya biasa membuat terasi super yang berbahan baku reket  dan juga berbahan baku udang rebon. ”, ujar Ahmad Junaidi sambil memasukkan ikan kering dalam zak.
Selama lebih 10 tahun bergelut dalam usaha pengolahan ikan kering ini , selain dia mendapatkan penghasilan untuk keluarganya juga membantu para nelayan dalam rangka menampung hasil ikan yang tidak laku dipasaran. Utamanya ikan kecil-kecil rucah yang biasanya hanya untuk pakan bebek, namun ditangannya ikan-ikan itu diolah menjadi ikan kering yang dibutuhkan banyak orang. Oleh karena itu dia siap bekerjasama dengan pengusaha lain dalam rangka jual beli hasil perikanan khususnya ikan kering dan terasi .

Jika ada yang berminat bisa langsung datang ke rumahnya di desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak RT : 08 RW: 03.  Selain itu bisa juga calling dirinya di HP No. 085866294481. (FM)

15 Des 2011

Menggembirakan Anak Yatim di Hari Raya

Demak – Pengurus Masjid Jami’ “Baitul Makmur” Desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak Jum’at (26/8/2011) mengadakan acara santunan Yatim Piatu, Yatim dan Piatu sebagai wujud kepedulian sesama dalam rangka memeriahkan Hari Raya iedul Fitri. Dengan menggalang dana dari warga masyarakat terkumpul uang sebesar Rp 7 jutaan yang selanjutnya dibagikan ke 42 anak. Bentuk kepedulian terhadap anak yatim itu rutin dilakukan setahun dua kali pada bulan Syura ( Muharam ) dan bulan puasa ramadhan. Dengan diberikannya santunan itu mereka anak yatim dapat merayakan hari raya seperti anak-anak yang lain.
“ Kita mengharapkan mereka anak Yatim ini bisa bergembira memakai baju baru seperti anak-anak lain yang orang tuanya masih ada. Oleh karena itu kami rutin mengadakan acara seperti ini meski sederhana namun yang penting manfaatnya “, ujar H. Yusuf Ketua pengurus Masjid Jami’ pada kabarseputarmuria di sela-sela acara santunan .
H. Yusuf mengatakan acara santunan yang berlangsung di serambi masjid bisa berjalan lancar karena didukung oleh berbagai fihak diantaranya para ketua RT , dan juga siswa-siswi MA “ Ribhul Ulum . Mereka dengan bersemangat menyebarkan amplop dari rumah ke rumah dan selanjutnya menarik kembali setelah diisi uang yang selanjutnya dikumpulkan dan dibuka satu persatu oleh panitia. Dengan partisipasi tersebut acara santunan bisa berlangsung lancar dan membuat gembira hati para anak yatim
“ Tanpa bantuan mereka kita tidak bisa apa-apa , Alhamdulillah dari pembagian amplop sampai penarikan amlop berjalan lancar , meski kondisi puasa mereka tetap bersemangat demi anak yatim “, tambah H. Yusuf.
Sementara itu Suhari, S Pdi dalam kultumnya dihadapan para anak yatim berpesan , agar mereka tidak berkecil hati dan tetap menunaikan kewajibannya untuk belajar . Dengan tekun belajar tersebut kelak ke depan bisa mandiri dan tidak mengharapkan bantuan orang lain. Selain itu meski orang tua mereka tidak ada janganlah khawatir karena mereka telah menjadi tanggung jawab bersama . Sehingga untuk biaya sekolah telah disiapkan sekolah gratus untuk mereka , yang dibutuhkan hanyalah rajin masuk sekolah atau belajar. Selain itu untuk orang tua yang ditinggalkan suaminya juga tidak usah ragu dalam mendidik anak yatim , karena Allah telah memberikan keberuntungan kepada mereka .
“ Saya mengharapkan pada ibu-ibu yang ditinggalkan suaminya janganlah bersedih , rawatlah anak yatim dengan baik , Insya Allah Allah akan memberikan pahala yang setimpal atas jerih payah anda “ hibur Suhari.
Sementara itu Abdul Latif (6) salah seorang anak yatim yang menerima santunan merasa senang dengan diberikannya uang pada bulan Ramadhan ini . Uang tersebut akan dibelikan pakaian baru untuk Hari Raya Iedul Fitri. (FM)

Wow !!! Pak Djasri Sudah Terbiasa Kerja Di Ketinggian

Pak Djasri Dkk pasang plafond kubah
Kudus – Bagi sebagian orang bekerja di ketinggian merupakan hal yang menakutkan , namun bagi Djasri (54) warga desa Ngrunting kabupaten Pati itu merupakan hal yang biasa. Bahkan dari bekerja di ketinggian inilah dia bisa menghidupi anak istrinya puluhan tahun dan juga bisa kemana-mana dari keahliannya ini. Ya memasang kubah masjid atau musholla inilah ia dapat mengelilingi hampir seluruh wilayah Indonesia , Sematera , Jawa , Kalimantan sampai dengan Ternate pernah ia sambangi.  Keahliannya bekerja di ketinggian ini tidak bisa dilakukan sembarang orang , karena selain mempunyai keberanian juga harus mempunyai tekhnik kerja yang baik. Oleh karena itu meski harus menantang bahaya setiap hari , namun karena sudah ahli kemanapun ia siap dipekerjakan.
” Ya karena memang ini keahlian saya kemanapun bos saya mengajak bekerja yang manut saja sama bos. Kalau namanya bekerja saya sudah kerja pasang kubah masjid dan musholla di mana-mana hampir seluruh Indonesia pernah saya datangi ”, ujar Djasri pekerja Kafa Art Kudus yang bergerak dalam pembuatan kubah ketika ditemui ketika memasang kubah panel masjid ” Baitul Makmur ” desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak.
Pada awalnya Djasri mengaku bekerja memasang kubah diketinggian merupakan pekerjaan yang sangat berat , sehingga ketika awal bekerja badan ini rasa bergetar dan keringat dingin keluar. Namun setelah beberapa hari bekerja getaran di dadanya itu lama kelamaan hilang, apalagi dalam bekerja keamanaan untuk pekerja di perhatikan misalnya memakai tali pengaman yang kuat juga menghilangkan pandangan bawah dengan tutup. Sehingga meski bekerja diketinggian ia merasa enjoy dan kuat bertahan lama dan dibawa kemanapun oleh sang bos ia siap menjalankan tugas.  Selain memasang besi-besi rangka kubah tugas yang dilakukan adalah memasang plafond kubah dari bahan galfanil dan juga memasang panel kubah dari bermacam-macam bahan.

” Ya yang namanya pekerja kita harus siap di tempatkan dibagian mana saja asal kita mampu, pada tahap awal pekerjaan biasanya memasang rangka dari bawah sampai ke atas , selanjutnya plafon dan terakhir pasang panel . Ya yang namanya bekerja ya berat Mas ”, ujar Djasri lagi.
Djasri mengakui ketrampilannya  bekerja di ketinggian ini sudah diajarkan kepada dua anaknya dengan cara mengajaknya membantu bekerja . Kelihatannya mereka berdua tertarik pada pekerjaan yang membutuhkan tantangan dan keberanian ini yang setiap orang belum tentu bisa. Selain itu hasilnya telah membuktikan bahwa bekerja di ketinggian ini hasilnya bisa diandalkan untuk menafkahi keluarga . Oleh karena itu daripada sulit-sulit cari pekerjaan baru,bekerja di ketinggian meski banyak resiko asal hati-hati bisa di harapkan untuk menafkahi keluarga yang jika dihitung juga lumayan hasilnya.
Dilihat dari kejauhan
” Ya penghasilannya lumayan bisa untuk membiayai keluarga dan menyekolahkan anak-anak , bahkan dua anak sayapun sudah mempunyai ketrampilan seperti saya meski menantang bahaya namun mereka tidak takut seperti ayahnya ”, ujar Djasri menutup sua.(FM)

Wow Serunya Gotong Royong Pengecoran Masjid Jami’ Kedungmutih Demak

suasana pengecoran masjid Jami' " Baitul makmur"
Demak - Warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak Senin (6/6/2011) mengadakan kerja bakti ( gotong royong) pengecoran pekik kubah masjid Jami’ Baitul Makmur” . Ratusan warga dari berbagai penjuru desa bekerja bersama-sama menurut tugas masing-masing. Paling bawah mengoperasikan mesin molen dengan tugas memasukkan pasir, semen dan koral menjadi adukan.
Sebagian lagi berjajar rapi dari bawah keatas membawa ember-ember yang berisi adukan yang akan dimasukkan dalam cetakan pekik kubah. Beberapa orang ada yang bertugas mengembalikan ember kosong dari atas ke bawah yang akan diisi dengan adukan kembali. Kegiatan kerja bakti berlangsung ramai dan juga seru dengan sorak sorai mereka.
“ Jika ada pekerjaan besar kami pasti melibatkan seluruh warga desa untuk ikut turut dalam kegiatan pembangunan masjid. Seperti hari ini kegiatan kerja bakti kami buat dua shafe , shafe pagi jam 8 sampai jam 12 dan shiff siang mulai jam 13.00 sampai dengan pukul 16.00 “, tutur Muchsin MN sie bagian pendanaan pada local,detik.com .
Dikatakan oleh Muchsin , setiap ada pengerjaan pengecoran fihaknya selalu menggerakkan masyarakat dengan cara membagi kerja . Selain sebagai perwujudan rasa kegotongroyongan juga menghemat biaya pembangunan dari sector tenaga kerja. Jika diupahkan kepada tukang biaya yang dikeluarkan cukup besar , namun jika dikerjakan secara gotong royong maka upah tenaga kerja tersebut bisa dibelanjakan matreal kembali. Pembangunan Masjid Jami’ “ Baitul Makmur” ini jika dihitung sudah ada sepuluh tahunan ,biaya semua ditanggung oleh swadaya masyarakat dengan cara tarikan seminggu dua kali. Pada saat ini kondisi masjid baru 50 % , sehingga masih membutuhkan dana lebih 1 Milyar lagi , diantarannya untuk pembuatan kubah masjid yang menelan lebih dari 500 juta sisanya untuk finising seperti pengecatan, lantai dan juga pintu dan jendela.
“ Mudah-mudahan hari raya nanti kubah Masjid sudah jadi , sehingga keinginan masyarakat untuk memiliki masjid yang megah terpenuhi , apalagi pembangunan ini sudah ada 10 tahunan “, ujar Musa Abdillah S Hi Bendahara pembangunan Masjid.
Musa yang juga pengajar di MA “ Ribhul Ulum “ mengemukakan, fihak panitia setiap waktu bekerja keras agar pembangunan masjid Jami’ rampung dengan sempurna . Selain mengadakan kegiatan rutin penarikan dana ke masyarakat fihaknya juga membuat berbagai proposal yang ditujukan kepada pemerintah, dan juga para aghniya . Semua itu dilakukan agar pembangunan masjid ini cepat terselesaikan dan nyaman di gunakan untuk beribadah warga desa. Diakui ketertambatan pembangunan Masjid tersebut disebabkan oleh turunnya perekonomian warga desa Kedungmutih yang dahulu dikenal sebagai penghasil udang windu, namun semenjak budidaya udang windu collap maka pembanguan masjidpun tersendat. Saat ini usaha masyarakat yang terbesar adalah dari tambak garam ,diharapkan dengan hasil garam yang bagus tahun ini bisa menyelesaikan pembangunan masjid khususnya kubah.
“ Harapan kami tahun ini masjid jami’ bisa menyelesaikan pembangunan kubahnya, jika itu terlaksana kami cukup bersyukur . Selanjutnya secara bertahap kita akan menyelesaikan finishing yang lainnya agar lebih sempurna “, harap Musa Abdillah. (FM)

Santunan Yatama Masjid Jami’ “Baitul Makmur” Kedungmutih Demak

Penyerahan santunan Yatama


Demak – Pengurus Masjid Jam’i “Baitul Makmur” Desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak  Selasa (6/12) mengadakan santunan Yatama . Yatama yang disantuni diantaranya Yatim piatu 2 anak , Yatim 32 anak dan piatu 12 anak. Acara santunan Yatama yang menjadi agenda rutin pengurus diadakan setahun dua kali bertepatan dengan tanggal 10 Muharram dan bulan ramadhan. Selain sebagai perwujudan sunah nabi Muhammad SAW, juga sebagai kepedulian masyarakat  akan derita Yatama yang ditinggalkan orang tuanya.
Teknis pengumpulan dana Yatama diadakan dengan cara mengedarkan amplop kepada seluruh warga desa Kedungmutih yang selanjutnya dikumpulkan dan dihitung bersama. Perolehan dari warga masyarakat itu seterusnya dibagikan kepada yatama yang berhak berdasarkan data yang diperoleh panitia dilapangan. Penyerahan dilakukan di serambi Masjid dalam acara sederhana dan disaksikan oleh kaum masjid dan sebagian warga masyarakat.
“ Ya ini sudah menjadi agenda rutin pengurus masjid yaitu menyantuni yatama , dulu hanya tiap tanggal 10 Muharram saja  ,namun karena perkembangan santunan diadakana 2 kali ditambah bulan ramadhan untuk persiapan yatama berlebaran” ujar H. Yusuf Ketua pengurus masjid jami’ “Baitul Makmur” pada wartawan di sela-sela penyerahan santunan yatama.
H. Yusuf mengatakan , mestinya dana yatama ada setiap waktu karena kebutuhan mereka juga setiap waktu misalnya untuk biaya sekolah, berobat atau kebutuhan lain. Namun sampai saat ini panitia belum bisa mengusahakan dana semacam itu , yang dilakukan hanyalah seremonial saja ketika acara akan berlangsung panitia melakukan penggalangan dana kepada masyarakat dengan cara membagikan amplop. Setelah amplop diisi oleh masyarakat panitia meminta bantuan siswa Madrasah Aliyah untuk mengumpulkan kembali amplop tersebut untuk dibuka bersama-sama.
“ Alhamdulillah hasil tarikan dari warga masyarakat terkumpul uang 10 juta lebih sedikit , dan uang itulah yang akan kita bagikan pada yang berhak sejumlah 46 anak yang hadir disini “ kata H. Yusuf
Musa Abdillah guru MA “Ribhul Ulum” yang aktif dalam kegiatan penggalangan dana Yatama mengatakan , fihaknya menyambut positif adanya kegiatan santunan Yatama yang diselenggarakan oleh Masjid jami’ “Baitul Makmur” desa Kedungmutih. Oleh karena itu fihaknya lewat MA “Ribhul Ulum” selalu mensupport kegiatan tersebut , selain penggalangan dana dari siswa  juga membantu tenaga penarikan kepada masyarakat . Selain sebagai perwujudan kepedulian kepada sesama juga melatih siswa   dalam kegiatan bermasyarakat diaantaranya untuk melatih kerjasama dan juga keberanian.
“ Kita selalu berperan aktif dalam kegiatan ini , oleh karena itu setiap ada kegiatan social di desa semua siswa kita kerahkan untuk membantu masyarakat . Utamanya kegiatan santunan Yatama ini toh kegiatan ini tidak mengganggu aktifitas belajar mereka “ kata Musa Abdillah yang masih lajang ini. (Fatkhul Muin)

Hebat !!! Anak Pesisir Dapat Beasiswa BIDIK MISI



Rini penerima BIDIKMISI Jalur undangan
Demak –Bagi Rini Sulistiyani (18) warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung Kabupaten Demak awal bulan ini merupakan hari istimewa bagi dirinya karena angan-angannya untuk kuliah Perguruan Tinggi tanpa biaya terlaksana sudah. Lewat Beasiswa BIDIKMISI jalur Undangan ia sudah terregistrasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi jurusan PPKN UNY ( Universitas Negeri Yogyakarta) setelah ia dinyatakan sebagai salah satu penerima beasiswa. Sehingga hari-harinya kini setelah menyelesaikan pendidikannya di MA ( Madrasah Aliyah ) Ribhul Ulum desaKedungmutih diisi persiapan menuju kampus di Yogyakarta. Meski dia berasal dari desa namun ia bertekad untuk belajar sebaik-baiknya , apalagi negara telah membiayai sampai lulus nanti.
“ Pada awalnya saya tidak menyangka bisa masuk Bidikmisi jalur undangan, namun setelah fihak sekolah mengabari itu saya baru percaya . Beberapa hari ini saya mengurusi persyaratan registrasi mudah-mudahan semuanya berjalan lancar “, ujar Rini yang ditemui di rumahnya Jum’at (3/6/2011)
Rini yang disekolah dikenal siswi yang aktif berorganisasi mengatakan , keinginannya untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi tumbuh semenjak bersekolah di Madrasah Aliyah . Oleh karena itu dia berpesan kepada orang tuanya untuk menabung sejak dini mempersiapkan biaya kuliahnya nanti karena kondisi ekonomi orang tuanya yang pas-pasan. Harapannya jika usai lulus nanti dia akan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi meskipun perguruan tinggi yang tidak favorit atau Negeri. Dia ingin kehidupannya ke depan ada perbedaan dengan orangtuanya yang hanya sebagai nelayan dan buruh penyewa tambak. Oleh karena itu selain belajar dengan penuh semangat iapun mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan di sekolahnya baik OSIS, Pramuka dan kegiatan lainnya.
“ Alhamdulillah harapan saya untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi terkabul lewat BIDIKMISI jalur undangan , mudah-mudahan ke depan kuliah saya bisa lancar sampai meraih gelar satjana “, tambah Rini.
Sementara itu Mafruhah (45) orang tua Rini yang ditemui mengatakan, bangga dan haru atas terpilihnya Rini sebagai salah satu penerima beasiswa Bidikmisi jalur undangan ini . Sebagai orang desa yang hidup dari menyewa tambak diakuinya tidak mampu untuk membiayai kuliah anaknya secara mandiri di perguruan tinggi negeri . Oleh karena itu ketika fihak sekolah mengajukan anaknya untuk mendapatkan beasiwa bidikmi iapun berdo’a agar diterima , karena bila terlaksana Rini merupakan satu-satunya anak yang kuliah diperguruan tinggi. Oleh karena itu ketika diberi tahu anaknya diterima di UNY dengan biaya negara iapun bersyukur gembira , karena cita-cita anak ketiganya akan terlaksana.
“ Rini anaknya memang rajin , dulu ketika masuk madrasah sudah pernah bilang pada saya setelah lulus nanti ingin melanjutkan kuliah diperguruan tinggi dan nyuruh saya untuk menabung. Sebagai orang tua saya bangga dan gembira dia bisa kuliah tanpa biaya karena mendapatkan beasisawa dari BIDIKMISI “, kata Mafrukhah ibu Rini pada local.detik.com
Kepala MA “Ribhul Ulum” Kedungmutih M. Syafiq, S Pd yang ditemui mengatakan , dari 10 siswa yang diajukan beasiawa bidik misi jalur undangan memang hanya 1 yang diterima , namun demikian fihaknya optimis siswa yang mengikuti beasiswa bidik misi jalur SNMPTN kemungkinan ada yang diterima. Oleh karena itu siswa yang tidak diterima lewat jalur undangan maka di daftarkan lagi mengikuti tes SNMPTN. Hasilnya akan diketahui nanti pada tanggal 28 Juni 2011 .
“ Tahun lalu siswa kami yang diterima di program beasiswa Bidik Misi 3 siswa , mudah-mudahan tahun ini mengulang kejadian tahun yang lalu “, harapnya (FM)

Karnaval YASPIRU Kedungmutih Demak Kreatif Dan Meriah


Kirab bendera Merah Putih
Demak – YASPIRU ( Yayasan Pendidikan Islam Ribhul Ulum ) desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak yang bergerak di bidang pendidikan mulai  RA ( Raudlatul Athfal) , Madin ( Madrasah Diniyyah ) ,MI ( Madrasah Ibtidaiyah) , MTs ( Madrasah Tsanawiyah ) dan Juga MA (Madrasah Aliyah) menutup tahun pelajaran 2010/2011 dengan mengadakan karnaval bersama. Seluruh siswa dari masing masing unit pendidikan menampilkan kreasinya baik pakaian , penampilan serta atribut lain agar suasana karnaval menjadi meriah. Selain barisan bendera sebagai “cucuk lampah” disusul barisan lain dengan berbagai kreasi diantarana rombongan hantu , rombongan Ayo sekolah, parade sarjana sampai dengan rombongan sepeda hias.  Selain itu pula seluruh pengajar dilingkungan YASPIRU ikut berkeliling meramaikan karnaval yang rutin dilakukan setahun sekali.
“  Ya ini sebagai perwujudan kebersamaan kami dalam rangka mengabdikan diri kepada masyarakat , selain itu pula , mendidik para siswa untuk kreatif yang juga mandiri “, ujar Muzawaid S Ag Ketua Yaspiru di sela-sela kegiatan karnaval.
koruptor gayus dalam karnaval
Dengan start di depan Gedung MA rombongan bergerak mengelilingi jalan-jalan desa, setiap berhenti disetiap gang masing-masing rombongan mempertunjukkan kebolehannya ada yang menyanyi , menari berjoget dan berteriak yel-yel yang membuat suasana ramai dan meriah.  Warga masyarakat yang sejak siang hari mennatikan rombongan berjajar rapi di depan rumah masing-masing guna melihat penampilan anak-anak mereka yang ikut dalam karnaval. Meski cuaca panas karnaval yang dimulai sekitar pukul 3 terus bergerak berkeliling desa dengan finish di pasar lama  yang menjadi ajang acara haflah Akhirussanah Yaspiru. Agar suasana karnaval berjalan lancar dan tertib panitia memberikan hadiah kejutan (door prize ) bagi peserta karnaval.
yuk kita sekolah
“ Meski hadiah door prize ini tidak seberapa , namun kami harapkan hadiah ini sebagai pemacu semangat mereka dalam mengikuti karnaval pada sore hari ini. Selain jam dinding , tas , topi dan buku kami berikan pada mereka “ ujar Musa Abdillah S Hi salah seorang panitia pada local,detik.com yang mewawancarainya.
Kepala RA " Robhul Ulum" dan rombongannya
Sementara itu beberapa siswa yang mengikuti jalannya karnaval mengaku bangga dan senang atas diadakannya acara tersebut , selain sebagai perwujudan rasa kebersamaan antar teman juga bisa menumbuhkan sifat berani . Oleh karena masing-masing siswa menunjukkan kreasinya masing dengan bahan yang murah   mereka tampil beda dengan kondisi sehari-hari, sehingga penampilan itu ada yang lucu , menyeramkan , dan juga membuat tertawa terpingkal-pingkal. Dengan penampilan itu mereka kelihatan enjoy dan senang apalagi jika adegan mereka bisa membuat orang tertawa mereka bertambah gayanya.
Pembagian doorprize
“  Wah meski tak kebagian doorprize pokoknya ikut senang , apalagi kita bisa bebas bergaya sepenuhnya tanpa ada yang melarang asal penampilan kita sopan “, ujar Fajrus kelas VII Mts “Ribhul ulum “ yang mengikuti kegiatan karnaval .
Karnaval yang diikuti lebih dari 500 siswa bertambah  meriah lagi dengan ditampilkannya grup Drum Band dari Sekolah tetangga SMP Al-Madina Desa Kaliombo Jepara  , dengan lagu-lagu yang populer saat ini . Selain sebagai penyemangat dilingkungan YASPIRU agar memiliki kegiatan yang sama juga diharapkan bisa menghibur masyarakat yang melihat dari dekal suasana karnaval.(FM)