translate

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

12 Jan 2012

Usaha Pengeringan Ikan Pak Gangsar , Sudah 20 Tahun lebih

 
Pak Gangsar dan Tumpukan Ikan Kering
KEDUNG MUTIH – Selain sebagai nelayan penangkap ikan Pak Gangsar ( 56 ) warga RT 07 RW 03 desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak juga membuka usaha pengeringan ikan. Bersama istrinya ibu Kastumi (50) dia telah 20  tahun berusaha mengeringkankan berbagai jenis ikan dari para nelayan tetangga yang seterusnya dipasarkan ke Pasar Rejomulyo Semarang. Jika mengandalkan hasil dari nelayan saja , penghasilannya tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Oleh karena itu meski harus meluangkan waktu khusus untuk membantu istrinya mengolah ikan profesi ini terus ditekuni sampai sekarang.
“ Ya gimana lagi hasil nelayan kan tidak menentu kadang dapat kadang tidak , lalu istri punya inisiatif untuk membuka usaha pengolahan ikan kering seperti ini . Meski hasilnya kecil namun setiap waktu selalu ada oleh karena itu sampai sekarang usaha pengeringan ikan ini tersu berjalan sampai sekarang “, ujar Pak Gangsar yang ditemui wartawan di braknya pinggir sungai SWD II.
Di dalam brak rumah tembok sederhana itu terlihat bungkusan-bungkusan plastic berbagai jenis ikan kering . Ada Ikan Teri , Munir , Layur , Juwi ,Kadalan , Buntek , Terak , Amping Dan tak ketinggalan udang rebon kering dan juga terasi. Ikan kering tersebut berasal dari pembelian ikan basah dari nelayan diseputaran Kedungmutih dan sekitarnya . Sampai dirumah ikan-ikan tersebut dibersihkan , diambil sisik dan isi perutnya kemudian dikeringkan dalam wadah-wadah yang terbuat dari bambu diseputaran pinggir pantai.
Setelah kering ikan tersebut dipilah-pilah menurut jenisnya dan dibungkus plastic rapi , setelah terkumpul banyak ikan-ikan itupun di setorkan ke pengepul di Semarang.  Namun demikian beberapa pengepul itu ada juga yang langsung datang ke rumahnya mengambil dagangan untuk dipasarkan lagi ke tempat lain.
“ Saya punya pelanggan khusus dari daerah Sayung Demak , dia mengambil ikan kering dari sini lalu dibungkus rapi dengan cap yang bagus lalu dijual eceran di PRPP semarang “, ujar Gangsar
Ikan Kering siap kirim
Ketika ditanya dari mana pengalaman berusaha dan mengolah ikan kering ini  ? Gangsar yang juga ketua RT dan juga tokoh nelayan desa Kedungmutih mengemukakan , awalnya adalah melihat tetangga desa yang juga mempunyai usaha pengeringan ikan dan cukup maju . Berawal dengan keberanian itulah ia bersama istrinya merintis usaha pengeringan ikan ini sampai sekarang . Dulu ketika awal berusaha usahanya cukup maju , sehingga tetangga kanan kirinya banyak yang juga ikut-ikutan , namun demikian usaha tersebut tidak berlangsung lama karena terkendala modal dan pemasaran.
Meski sudah lebih 20  tahun membuka usaha namun masih ada saja kendala yang menghadang usahanya  itu , utamanya jika musim penghujan tiba atau panas kurang terik . Sering ikan yang dikeringkan kualitasnya kurang bagus sehingga harganyapun turun dengan sendirinya. Selain itu tekhnik pengolahan ikannya juga masih tradisional sekali sehingga hasilnya kadang-kadang kurang bagus dilihat. Selain itu kendala modal juga menghambat pertumbuhan usahanya , sering terjadi jika dagangan banyak harga murah uangnya tidak cukup untuk membeli ikan dari nelayan.
Oleh karena itu dia mengharapkan bantuan dari pemerintah utamanya dinas perikanan untuk memberikan  penyuluhan pada usaha yang ditekuninya puluhan tahun, selain tekhnik pengolahan yang baik dan benar , pemasaran dan juga permodalan . Sehingga usaha yang telah dirintisnya itu bisa berjalan terus , dan hasil para nelayan di sekitar desa Kedungmutih bisa diolah menjadi ikan kering yang mempunyai nilai manfaat tersendiri. Utamanya ketika hasil nelayan banyak dan harga ikan basah cukup murah
“ Sebenarnya kami ingin mendapatkan penyuluhan dari pemerintah mengenai usaha pengolahan ikan kering sehingga pemasaran kami tidak hanya daerah Semarang saja , namun bisa menjangkau daerah lainnya . Selain itu juga masalah modal menjadi kendala tersendiri bagi kami pengusaha kecil “, harap gangsar menutup sua. (Fatkhul Muin)

0 komentar:

Posting Komentar