translate

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

17 Des 2011

KSU “ Margi Rahayu “ Kedungmutih Demak Usahanya Terus Bertambah



pelayanan pembayaran listrik

Demak – KSU “ Margi Rahayu “ Desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak selain melayani simpanan dan pinjaman untuk anggotanya juga membuka loket pembayaran listrik untuk anggota dan juga masyarakat umum lainnya. Sistem PPOB itu telah berlangsung hampir 2 tahun dengan jumlah pelanggan mencapai 600 orang dan setiap waktu terus bertambah. Warga yang membayar listrik selain warga desa Kedungmutih sendiri , warga desa tetangga seperti Kedungkarang, Babalan ,Kedungmalang dan Kendalasem juga ikut membayar disini. Dengan adanya loket pembayaran ini selain KSU memperoleh tambahan pendapatan juga membantu warga mendekatkan tempat pelayanan sehingga mereka lebih efisien waktu dan juga biaya. Sebelum adanya loket di KSU “Margi Rahayu” mereka yang membayar listrik harus menambah biaya khusus pada kolektor di masing-masing desa. “ Kita mengharapkan ke depan warga yang membayar rekening listrik disini bisa mencapai 1000 orang , oleh karena itu setiap waktu kita mengadakan promosi ke desa-desa terdekat agar setiap waktu terjadi penambahan pelanggan “, ujar Hamzawi Anwar (49) Manager KSU “ Margi Rahayu” Sabtu (4/6/2011)
Adanya loket pembayaran listrik ini menurut Hamzawi Anwar adalah sebagai penambahan usaha koperasi selain simpanan , pinjaman dan juga gadai emas. Untuk ke depan usaha koperasi akan ditambah terus seiring dengan permintaan anggota dan juga masyarakat seperti yang akan di buka beberapa hari ke depan yaitu jual beli motor second ( bekas ) . Sedangkan untuk pembelian motor baru KSU” Margi Rahayu” telah menggandeng “ Yamaha “ kantor cabang Kalinyamatan dalam hal penjualan motor Yamaha secara kontan dan kredit.
Dengan adanya usaha-usaha baru ini diharapkan koperasi terus berkembang , tidak hanya usaha simpan pinjam saja namun usaha-usaha yang lain juga disentuh agar mampu melayani anggotanya dengan baik.
Di sector pergaraman KSU “ Margi Rahayu “ juga telah membentuk unit usaha garam rakyat yang diharapkan ke depan mampu menyejahterakan anggotanya khususnya para petani garam dalam rangka menampung hasil mereka jika panen raya. Kenyataan yang ada jika panen raya garam tiba harga ditingkat petani anjlok sehingga para petani tidak dapat menikmati manisnya hasil garam karena hasil yang banyak tidak ditunjang dengan harga garam yang baik. Agar harga garam bisa stabil dan tidak dipermainkan oleh para tengkulak maka koperasi harus bertindak untuk membeli garam dari para anggotanya yang kemudian disimpan dan dijuala nanti jika harga mulai beranjak naik.
“ Kami tidak ingin keuntungan hanya dinikmati para pengepul saja , oleh karena itu pada tahun 2011 atau 2012 ini KSU “ Margi Rahayu “ harus ikut membeli garam dari anggota atau petani yang lainnya. Jika nanti mendapatkan keuntungan tentunya para anggota akan merasakannya “, ujar Hamdan Pengawas KSU “ Margi Rahayu”.
Dengan pengelolaan usaha garam ke depan diharapkan kondisi KSU “ Margi Rahayu ‘ semakin solid dalam melayani anggotanya . Kini usaha simpan pinjam telah merambah ke luar kabupaten Demak setelah adanya perubahan Anggaran Dasar sehingga anggotanya telah menyebar ke kabupaten Jepara dan juga Kudus. Perkembangan koperasi ini bisa dilihat dari asset yang setiap tahun terus bertambah dan juga penambahan anggota setiap waktunya. (FM)

Musim Hujan Tiba , Harga Garam kedung mutih Demak Beranjak Naik


Demak –DMC : Hujan yang mulai mengguyur pesisir Wedung Demak mengakhiri musim garam tahun ini , ladang garam yang dahulu nampak memutih dengan garam hasil panen kini menyisakan air saja. Namun demikian musim garam tahun ini  bagi sebagian petani garam dianggap sebagai penyembuh luka ketika tahun yang lalu tak ada garam sama sekali. Sehingga meski tahun lalu merugi puluhan juta rupiah setiap petani , namun kini sudah terobati dengan simpanan garam mereka di dalam gudang yang cukup banyak.
Dari pantauan saat ini garam petani yang masih tersimpan dalam gudang masih puluhan ribu ton , dikarenakan penjualan mereka tidak begitu banyak. Selain mereka berniat menyimpan untuk menunggu harga garam bagus , juga dikarenakan mereka menunggu komitmen pemerintah untuk menyejahterakan petani garam. Mereka menjual hanya sesaat saja ketika harga masih tinggi Rp 25 ribu -Rp 30 ribu perkeranjang 30 Kg , tatkala harga mulai turun yaitu Rp 10 ribu -Rp 15 ribu perkeranjang  mereka mulai memasukkan garam ke gudang masing-masing.
“ Tahun ini kami menjual garam hanya beberapa keranjang saja , setelah itu garam hasil panen kami masukkan terus dalam gudang . Kalau tidak salah simpanan kami ada 2000 keranjang nanti saya jual ketika harga sudah tinggi “ , ujar Abdul Kalim (55) petani garam dari desa Kedungmutih yang ditemui wartawan anda Sabtu (5/11/2011)
Busri ( 45 ) pengepul garam dari desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak mengemukakan , datangnya musim penghujan tahun ini membuat harga garam beranjak naik. Akhir panen ini harga garam perkeranjangnya hanya Rp 10 ribu , namun beberapa hari ini ada kecenderungan mengalami kenaikan . Selain pasokan yang berkurang juga musim garam telah usai sehingga stok garam di pasaran sudah habis sehingga permintaan garam selalu naik. Dengan menipisnya stok para pengepul menjadikan harga di pasaran terus naik.
“Harga garam pada awal panen mencapai Rp 80 ribu -90 ribu perkwintalnya , pertengahan panen turun menjadi Rp 50 ribu -60 ribu  dan akhir panen Rp 25 ribu -35 ribu perkwintal . Nah ketika hujan mulai datang harga mulai beranjak naik ini sudah Rp 50 ribu perkwintal diatas truk . Tahun ini saya perkirakan petani garam di sini mengalami keuntungan yang lumayan karena semua gudang petani saat ini masih penuh garam “ , ujar Busri yang sudah lebih 15 tahun sebagai pengepul garam.
Menurut Busri , dengan harga garam saat ini yang mencapai Rp 50 ribu -Rp 60 ribu setiap kwintalnya para petani akan meningkat kesejahteraaan mereka , oleh karena itu suasana yang seperti ini harus dipertahankan terus. Meskipun ia pengepul namun ia peduli akan kesejahteraan petani garam , karena ia juga menggarap lahan garam. Dengan distop atau dikuranginya impor garam maka garam petani akan laku dipasaran , sehingga harga garam layak bagi mereka. Jika pemerintah mengimpor garam maka harus dilihat stok garam ditingkat petani masih ada atau tidak . Jika masih banyak garam petani maka garam imporpun harus dibatasi agar peredaran garam lokal habis dulu
“  Sebenarnya kami pengepul juga mengharapkan garam lokal laku dipasaran , oleh karena itu jika kebijakan impor garam ditinjau maka saya yakin petani akan sejahtera . Pemerintah mendatangkan garan impor jika benar-benar garam lokal habis , atau mengenakan biaya masuk yang tinggi sehingga harga garam impor lebih mahal jika dibandingkan garam lokal “ , tambahnya (FM)

Terasi Produksi Kedungmutih Demak , Rasanya Lebih Enak


Terasi setengah jadi siap kirim
Demak – DMC : Desa Kedungmutihh kecamatan Wedung kabupaten Demak selain dikenal sebagai sentranya Garam , juga sebagai pemasok hasil laut. Selain berbagai jenis ikan , udang dan kepiting juga dikenal sebagai desa penghasil terasi yaitu bumbu masak tradisional yang berbahan baku ikan, udang, rebon dan reket. Terasi dari desa Kedungmutih selain dikenal enak rasanya juga harganya lebih murah jika dibandingkan dengan yang lain . Karena keaslian dan kelezatannya itulah maka terasi yang khusus berbahan baku udang rebon dan reket ini harus dipesan lebih dahulu .
“ Kalau yang berbahan ikan giling seperti ini setiap waktu kami selalu ada bahkan pasokan kami cukup banyak karena setiap minggu sekali kali kirim bahan terasi ini ke daerah Lasem Rembang untuk diolah lagi menjadi terasi jadi “, ujar Shofyan (55) pengusaha pengeringan ikan dan terasi pada kabarseputarmuria yang menemuinya di braknya Rabu ( 19 /10/2011)
Shofyan yang didampingi anaknya Jumadi (25) mengatakan , terasi berbahan baku udang Rebon dan reket ini selain dikenal enak rasanya juga jarang yang memproduksi karena bahan bakunya setiap waktu belum pasti ada. Sehingga pada musim-musim rebon dan reket ini keluar maka dia membeli sebanyak-banyaknya untuk di jemur sebagai bahan baku terasi kualitas nomor satu . Rebon dan reket kering tersebut diolah dengan ditambah bahan-bahan lain seperti gula, garam dan ramuan lainnya sehingga menjadi terasi super yang enak rasanya .

Terasi Super
Ditingkat pengepul harga terasi berbahan baku udang rebon dan reket ini harganya berkisar  Rp 35 ribu – 40 ribu setiap kilonya , namun ditingkat pengecer di pasar-pasar tradisional harga terasi kualitas baik ini bisa sampai Rp 60 ribu – 75 ribu setiap kilogramnya.  Namun demikian terasi jenis super ini tidak ada di sembarang pasar tradisional , kebanyakan terasi yang beredar di pasar tersebut kebanyakan berbahan baku gilingan ikan kering yang dicampur dengan terasi super . Ciri yang mudah untuk membedakannya yaitu warna terasi super cukup khas yaitu berwarna abu-abu gelap , namun jika terasi biasa warnanya kuning kemerah-merahan.
“ Terasi kualitas biasanya warnanya kuning kemerah-merahan , karena bahan bakunya dari ikan kering yang digiling halus dan dicampur bahan lainnya, nah terasi seperti itulah yang setiap waktu ada karena pasokan ikan kering setiap hari selalu ada “, tambah Shofyan sambil menunjukkan tumpukan zak plastic berisi ikan kering.
Selain  membuat terasi , shofyan juga mengolah  berbagai jenis ikan kering baik asin maupun tawar yang dibeli dari para nelayan disekitar desanya . Ikan- ikan basah itu dikeringkan menurut jenisnya masing-masing , setelah jadi ikan tersebut selain diambil para pengepul ,juga di pasarkan sendiri ke daerah Pati , Rembang dan juga Semarang . Setiap seminggu dua kali ia kirim ikan kering ke pengepul langganannya dengan kendaraan truk kecil berkapasitas 4- 5 ton. Ikan-ikan kering darinya cukup diminati oleh para pengepul disana yang selanjutnya untuk diolah kembali atau dijual ke pasar-pasar tradisional di sana.Untuk pemasaran ikan kering ini tidak ada kendala sama sekali.
Udang Rebon Bahan baku terasi
Ketika ditanya kendala lain yang menghadapinya adalah kurangnya modal untuk perputaran barang dagangan , terutama jika produksi ikan nelayan sedang banyak karena ketersediaan modal kurang meski harganya murah tidak bisa ambil dagangan. Selain itu juga faktor cuaca terutama jika musim hujan tiba produksi ikan banyak namun kesulitan untuk mengolahnya karena panas matahari yang kurang. Oleh karena itu dia mengharapkan adanya bantuan pembinaan dari pemerintah agar usaha yang dirintisnya puluhan tahun yang lalu terus bisa berjalan dengan baik.
“ Ya selain modal kami berharap adanya alat pengering ikan yang bisa dipergunakan dikala musim penghujan . Dengan adanya alat tersebut jika panas kurang kita terus bisa mengolah ikan . Tolong ini disampaikan pada pemerintah agar kami mendapat pembinaan agar usaha kami lancar”, harap Jumadi putra Sofyan pemilik usaha pengeringan ikan “Sopan Jaya “ desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak No HP : 081325341124 (FM)

KKP Gandeng IPB Berdayakan Masyarakat Pesisir

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) akan bekerja sama untuk mendukung pelaksanaan Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT), khususnya dalam hal penelitian dan pengembangan serta pengabdian. “Program ini akan memberi semangat dan gerakan baru bagi kebangkitan dan kemajuan desa-desa pesisir di Indonesia,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo, dalam sambutannya di acara launching PDT dan penandatangan Kesepakatan Bersama antara KKP dan IPB hari ini (15/12) di Jakarta.
Lebih lanjut Sharif menyebut bahwa  Penguatan ketahanan masyarakat pesisir secara sosial, ekonomi dan lingkungan merupakan salah satu prioritas KKP. Hal ini berdasarkan pada pertimbangan bahwa masyarakat pesisir di Indonesia masih menghadapi empat persoalan utama. Pertama, masih tingginya tingkat kemiskinan, dimana pada tahun 2010 angka kemiskinan mencapai angka 7,8 juta jiwa yang tersebar di 10.640 desa pesisir. Kedua, masih tingginya kerusakan sumberdaya pesisir. Ketiga, masih kurangnya kemandirian organisasi sosial desa dan lunturnya nilai-nilai budaya lokal. Keempat, masih rendahnya infrastruktur desa dan kesehatan lingkungan permukiman.

Sebelumnya KKP juga telah melaksanakan sejumlah program dan kegiatan yang berbasis pada Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Sebanyak 4000 desa pesisir dari 10.639 desa pesisir di Indonesia telah tersentuh pembangunan kelautan dan perikanan. Dengan demikian masih terdapat 6.639 desa pesisir yang belum terjangkau program dan kegiatan pembangunan di wilayah pesisir. "Program PDPT  merupakan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengurangi risiko masyarakat dari bencana alam, sekaligus merupakan bagian dari komponen utama dalam mendukung kebijakan industrialisasi kelautan dan perikanan yang berkelanjutan", jelas Sharif.

Sebagai pendukung kebijakan industrialisasi kelautan dan perikanan, program PDPT merupakan benteng ekologis dalam mengurangi resiko bencana dan dampak perubahan iklim, penguatan desa-desa pesisir terluar yang menjadi basis geopolitik untuk ketahanan nasional, dan penguatan identitas bahari berdasarkan nilai-nilai budaya lokal. "Program PDPT merupakan wujud dari intervensi KKP", ujarnya.

Intervensi KKP melalui pelaksanaan program PDPT dilakukan untuk menata dan meningkatkan kehidupan desa pesisir/nelayan berbasis masyarakat, menghasilkan output pembangunan secara fisik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir menurut permasalahan dan prioritasnya, menyediakan pembelajaran secara tidak langsung kepada masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil agar dapat menemukan cara-cara pemecahan masalah dan kebutuhannya sendiri dengan memberdayakan segenap potensi yang ada, dan memfasilitasi peran dan fungsi masyarakat sebagai agen pembangunan kelautan dan perikanan.

Namun demikian, Desa Pesisir Tangguh pada setiap wilayah akan terwujud jika terdapat sinergitas antara program dan kegiatan lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Ormas, dunia usaha serta stakeholders kelautan dan perikanan lainnya, termasuk dukungan dari Pemerintahan Desa/Kelurahan serta masyarakat.

Peluncuran program PDPT diawali dengan penandatangan Kesepakatan  Bersama antara KKP dengan IPB dalam hal Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian pada Masyarakat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.  Kerjasama yang ditandatangani Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo dan Rektor IPB, Prof.Dr. Herry Suhardiyanto, MSc  ini akan berjalan selama lima tahun bertujuan untuk lebih meningkatkan kerjasama dengan mengoptimalkan kemampuan, mensejahterakan masyarakat desa pesisir dan pulau-pulau kecil. Sedangkan ruang lingkup kesepakatan kerjasama meliputi penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi; pengabdian pada masyarakat; peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan; pertukaran data dan informasi; penyediaan dan pertukaran tenaga ahli dan pemanfaatan sarana dan prasarana.

Jakarta, 15 Desember  2011
Kepala Pusat Data, Statistik, dan Informasi


Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc


Narasumber:
1.    Dr. Sudirman Saad (HP.0811154389)
       Dirjen KP3K
2.    Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc  (HP. 0811836967)
       Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi 

16 Des 2011

Produksi Garam PUGAR Kabupaten Demak Lampaui Target

DEMAKProduksi garam rakyat melalui program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) Kabupaten Demak 2011 melampaui target. Dari target sebanyak 16.528 ton, petani garam lima desa di Kecamatan Wedung mampu memproduksi 16.929 ton. Hasil itu menunjukkan capaian sebesar 103 persen.

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Demak Ir H Wibowo MM mengungkapkan, program PUGAR yang diterapkan dengan sistem buttom up telah membantu meningkatkan produksi garam rakyat di wilayah Wedung, baik secara kuantitas maupun kualitas.

"Alhamdulillaah PUGAR Kabupaten Demak 2011 hasilnya cukup baik. Bantuan modal untuk pengolahan garam yang disalurkan langsung ke 20 kelompok petani garam rakyat di Desa Babalan, Kedungmutih, Kedungkarang, Kendalasem dan Tedunan terbukti berhasil meningkatkan produksi dari semula 60 ton per hektar menjadi 80 ton setiap hektarnya," kata Wibowo, di sela Lokakarya PUGAR Kabupaten Demak 2011, belum lama ini.

Menurutnya, jumlah produksi garam rakyat di lahan seluas 206,6 hektar yang dikelola melalui program PUGAR selama empat bulan terakhir sebesar 16.929 ton. Jika ditambah dengan produksi garam rakyat non-PUGAR di lahan seluas 751 hektar yang jumlahnya mencapai 38.553 ton, maka total produksi garam rakyat di Kabupaten Demak musim ini sebanyak 55.482 ton.

Kabid Kelautan Ir Heru Budiyono MP menambahkan, mengenai harga jual, diakui ada tren menurun. Harga tertinggi Rp 50 ribu per kilogram terjadi pada awal panen sekitar Juli. Namun lambat laut menurun hingga Rp 30 ribu per kuintal pada panen raya. Meski demikian petani masih terhitung untung.

“Agar harga tak semakin jatuh, petani menyiasatinya dengan hanya menjual sekitar 35 persen dari total produksi tahun 2011 ini. Sedangkan 65 persen sisanya disimpan dan dijual saat harga sudah membaik," imbuh Heru Budiyono, yang juga PPK PUGAR Kabupaten Demak. **Kontributor_NDR

Ikan Kering Dari Kedungmutih Demak, Dipasarkan Sampai Ke Jawa Timur


Pak Ahmad Junaidi Pengusaha ikan kering dan Terasi
<!–
Demak – Desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak , juga dikenal sebagai penghasil ikan kering , meski jumlah pengusaha yang terjun ke bisnis pengolahan ikan basah menjadi ikan kering ini sedikit namun omzet penjualannya tergolong cukup besar. Hal itu disebabkan selain mengolah sendiri dari ikan basah hasil para nelayan setempat , mereka juga mengepul dalam bentuk sudah jadi dari pengusaha kecil disekitar desa Kedungmutih. Jika musim kemarau tiba seperti ini sebagian rumah mereka dijadikan tempat penampungan ikan sebelum disetorkan ke daerah lain seperti Juana, Rembang dabn juga Tuban Jawa Timur.
” Seminggu dua kali saya mengirim ikan kering 4-5 ton ke pengepul besar di daerah Juana, Rembang dan Tuban Jawa Timur dengan kendaraan carteran saya antar ikan kering ini sampai disana . Di Tuban ikan kering ini dioalah kembali menjadi terasi dan juga olahan ikan lainnya ”, tutur Ahmad Junaidi (45) pengusaha ikan kering dari desa Kedungmutih yang ditemui Jum’at (27/5/2011).

Ahmad Junaidi yang membuka usaha pengeringan ikan sudah lebih dari 10 tahun ini mengatakan, usaha yang dirintisnya bersama istrinya itu belumlah besar seperti sekarang . Dulu dia mengolah ikan kering ini hanya untuk konsumsi sekitar Demak saja , itupun sering di bangkelkan pada pengepul yang bermodal besar . Selain belum mempunyai modal dia juga belum berpengalaman dalam penjualan atau pemasaran , sehingga iapu  memperoleh keuntungan yang kecil. Namun perlahan-lahan usahanyapun semakin besar seiring dengan bertambahnya modal dan juga tenaga. Saat ini selain dirinya an juga istrinya ia dibantu oleh iparnya juga satu tenaga karyawan yang ia bayar setiap bulan .

Selain menyeiakan ikan kering berbagai jenis Ahmad Junaidi juga membuat berbagai macam terasi ari yang murah berbahan baku ikan kering giling sampai yang mahal berbahan baku udang reket dan rebon. Untuk terasi  super berbahan baku reket yang dikenal lezat rasanya ini setiap waktu belum tentu ada , tergantung musim udang reket keluar sehingga harga perkilonya selalu fliktuasi karena ketersediaan bahan baku paling mahal pernah mencapai Rp 50 ribu setiap kilonya . Sedangkan yang berbahan baku udang rebon harganya paling mahal separohnya dari terasi udang reket , namun dari segi rasanya tetap unggul terasi berbahan udang reket. Terasi paling murah biasanya berbahan ikan kering yang digiling halus dicampur air dan diberi bumbu kemudian dikeringkan,namun dipasaran yang paling banyak adalah terasi ini. Selainharganya lebih ekonomis juga setiap waktu pasti ada.

Ikan Kering dari berbagai jenis
”Kalau terasi berbahan baku ikan kering ini paling mahal Rp 10 ribu setiap kilonya , seperti pengepul ikan saya di tuban itu sebagian ikan kering ini diolah menjadi terasi. Tetapi kalau saya biasa membuat terasi super yang berbahan baku reket  dan juga berbahan baku udang rebon. ”, ujar Ahmad Junaidi sambil memasukkan ikan kering dalam zak.
Selama lebih 10 tahun bergelut dalam usaha pengolahan ikan kering ini , selain dia mendapatkan penghasilan untuk keluarganya juga membantu para nelayan dalam rangka menampung hasil ikan yang tidak laku dipasaran. Utamanya ikan kecil-kecil rucah yang biasanya hanya untuk pakan bebek, namun ditangannya ikan-ikan itu diolah menjadi ikan kering yang dibutuhkan banyak orang. Oleh karena itu dia siap bekerjasama dengan pengusaha lain dalam rangka jual beli hasil perikanan khususnya ikan kering dan terasi .

Jika ada yang berminat bisa langsung datang ke rumahnya di desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak RT : 08 RW: 03.  Selain itu bisa juga calling dirinya di HP No. 085866294481. (FM)

15 Des 2011

Menggembirakan Anak Yatim di Hari Raya

Demak – Pengurus Masjid Jami’ “Baitul Makmur” Desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak Jum’at (26/8/2011) mengadakan acara santunan Yatim Piatu, Yatim dan Piatu sebagai wujud kepedulian sesama dalam rangka memeriahkan Hari Raya iedul Fitri. Dengan menggalang dana dari warga masyarakat terkumpul uang sebesar Rp 7 jutaan yang selanjutnya dibagikan ke 42 anak. Bentuk kepedulian terhadap anak yatim itu rutin dilakukan setahun dua kali pada bulan Syura ( Muharam ) dan bulan puasa ramadhan. Dengan diberikannya santunan itu mereka anak yatim dapat merayakan hari raya seperti anak-anak yang lain.
“ Kita mengharapkan mereka anak Yatim ini bisa bergembira memakai baju baru seperti anak-anak lain yang orang tuanya masih ada. Oleh karena itu kami rutin mengadakan acara seperti ini meski sederhana namun yang penting manfaatnya “, ujar H. Yusuf Ketua pengurus Masjid Jami’ pada kabarseputarmuria di sela-sela acara santunan .
H. Yusuf mengatakan acara santunan yang berlangsung di serambi masjid bisa berjalan lancar karena didukung oleh berbagai fihak diantaranya para ketua RT , dan juga siswa-siswi MA “ Ribhul Ulum . Mereka dengan bersemangat menyebarkan amplop dari rumah ke rumah dan selanjutnya menarik kembali setelah diisi uang yang selanjutnya dikumpulkan dan dibuka satu persatu oleh panitia. Dengan partisipasi tersebut acara santunan bisa berlangsung lancar dan membuat gembira hati para anak yatim
“ Tanpa bantuan mereka kita tidak bisa apa-apa , Alhamdulillah dari pembagian amplop sampai penarikan amlop berjalan lancar , meski kondisi puasa mereka tetap bersemangat demi anak yatim “, tambah H. Yusuf.
Sementara itu Suhari, S Pdi dalam kultumnya dihadapan para anak yatim berpesan , agar mereka tidak berkecil hati dan tetap menunaikan kewajibannya untuk belajar . Dengan tekun belajar tersebut kelak ke depan bisa mandiri dan tidak mengharapkan bantuan orang lain. Selain itu meski orang tua mereka tidak ada janganlah khawatir karena mereka telah menjadi tanggung jawab bersama . Sehingga untuk biaya sekolah telah disiapkan sekolah gratus untuk mereka , yang dibutuhkan hanyalah rajin masuk sekolah atau belajar. Selain itu untuk orang tua yang ditinggalkan suaminya juga tidak usah ragu dalam mendidik anak yatim , karena Allah telah memberikan keberuntungan kepada mereka .
“ Saya mengharapkan pada ibu-ibu yang ditinggalkan suaminya janganlah bersedih , rawatlah anak yatim dengan baik , Insya Allah Allah akan memberikan pahala yang setimpal atas jerih payah anda “ hibur Suhari.
Sementara itu Abdul Latif (6) salah seorang anak yatim yang menerima santunan merasa senang dengan diberikannya uang pada bulan Ramadhan ini . Uang tersebut akan dibelikan pakaian baru untuk Hari Raya Iedul Fitri. (FM)

Wow !!! Pak Djasri Sudah Terbiasa Kerja Di Ketinggian

Pak Djasri Dkk pasang plafond kubah
Kudus – Bagi sebagian orang bekerja di ketinggian merupakan hal yang menakutkan , namun bagi Djasri (54) warga desa Ngrunting kabupaten Pati itu merupakan hal yang biasa. Bahkan dari bekerja di ketinggian inilah dia bisa menghidupi anak istrinya puluhan tahun dan juga bisa kemana-mana dari keahliannya ini. Ya memasang kubah masjid atau musholla inilah ia dapat mengelilingi hampir seluruh wilayah Indonesia , Sematera , Jawa , Kalimantan sampai dengan Ternate pernah ia sambangi.  Keahliannya bekerja di ketinggian ini tidak bisa dilakukan sembarang orang , karena selain mempunyai keberanian juga harus mempunyai tekhnik kerja yang baik. Oleh karena itu meski harus menantang bahaya setiap hari , namun karena sudah ahli kemanapun ia siap dipekerjakan.
” Ya karena memang ini keahlian saya kemanapun bos saya mengajak bekerja yang manut saja sama bos. Kalau namanya bekerja saya sudah kerja pasang kubah masjid dan musholla di mana-mana hampir seluruh Indonesia pernah saya datangi ”, ujar Djasri pekerja Kafa Art Kudus yang bergerak dalam pembuatan kubah ketika ditemui ketika memasang kubah panel masjid ” Baitul Makmur ” desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak.
Pada awalnya Djasri mengaku bekerja memasang kubah diketinggian merupakan pekerjaan yang sangat berat , sehingga ketika awal bekerja badan ini rasa bergetar dan keringat dingin keluar. Namun setelah beberapa hari bekerja getaran di dadanya itu lama kelamaan hilang, apalagi dalam bekerja keamanaan untuk pekerja di perhatikan misalnya memakai tali pengaman yang kuat juga menghilangkan pandangan bawah dengan tutup. Sehingga meski bekerja diketinggian ia merasa enjoy dan kuat bertahan lama dan dibawa kemanapun oleh sang bos ia siap menjalankan tugas.  Selain memasang besi-besi rangka kubah tugas yang dilakukan adalah memasang plafond kubah dari bahan galfanil dan juga memasang panel kubah dari bermacam-macam bahan.

” Ya yang namanya pekerja kita harus siap di tempatkan dibagian mana saja asal kita mampu, pada tahap awal pekerjaan biasanya memasang rangka dari bawah sampai ke atas , selanjutnya plafon dan terakhir pasang panel . Ya yang namanya bekerja ya berat Mas ”, ujar Djasri lagi.
Djasri mengakui ketrampilannya  bekerja di ketinggian ini sudah diajarkan kepada dua anaknya dengan cara mengajaknya membantu bekerja . Kelihatannya mereka berdua tertarik pada pekerjaan yang membutuhkan tantangan dan keberanian ini yang setiap orang belum tentu bisa. Selain itu hasilnya telah membuktikan bahwa bekerja di ketinggian ini hasilnya bisa diandalkan untuk menafkahi keluarga . Oleh karena itu daripada sulit-sulit cari pekerjaan baru,bekerja di ketinggian meski banyak resiko asal hati-hati bisa di harapkan untuk menafkahi keluarga yang jika dihitung juga lumayan hasilnya.
Dilihat dari kejauhan
” Ya penghasilannya lumayan bisa untuk membiayai keluarga dan menyekolahkan anak-anak , bahkan dua anak sayapun sudah mempunyai ketrampilan seperti saya meski menantang bahaya namun mereka tidak takut seperti ayahnya ”, ujar Djasri menutup sua.(FM)

Wow Serunya Gotong Royong Pengecoran Masjid Jami’ Kedungmutih Demak

suasana pengecoran masjid Jami' " Baitul makmur"
Demak - Warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak Senin (6/6/2011) mengadakan kerja bakti ( gotong royong) pengecoran pekik kubah masjid Jami’ Baitul Makmur” . Ratusan warga dari berbagai penjuru desa bekerja bersama-sama menurut tugas masing-masing. Paling bawah mengoperasikan mesin molen dengan tugas memasukkan pasir, semen dan koral menjadi adukan.
Sebagian lagi berjajar rapi dari bawah keatas membawa ember-ember yang berisi adukan yang akan dimasukkan dalam cetakan pekik kubah. Beberapa orang ada yang bertugas mengembalikan ember kosong dari atas ke bawah yang akan diisi dengan adukan kembali. Kegiatan kerja bakti berlangsung ramai dan juga seru dengan sorak sorai mereka.
“ Jika ada pekerjaan besar kami pasti melibatkan seluruh warga desa untuk ikut turut dalam kegiatan pembangunan masjid. Seperti hari ini kegiatan kerja bakti kami buat dua shafe , shafe pagi jam 8 sampai jam 12 dan shiff siang mulai jam 13.00 sampai dengan pukul 16.00 “, tutur Muchsin MN sie bagian pendanaan pada local,detik.com .
Dikatakan oleh Muchsin , setiap ada pengerjaan pengecoran fihaknya selalu menggerakkan masyarakat dengan cara membagi kerja . Selain sebagai perwujudan rasa kegotongroyongan juga menghemat biaya pembangunan dari sector tenaga kerja. Jika diupahkan kepada tukang biaya yang dikeluarkan cukup besar , namun jika dikerjakan secara gotong royong maka upah tenaga kerja tersebut bisa dibelanjakan matreal kembali. Pembangunan Masjid Jami’ “ Baitul Makmur” ini jika dihitung sudah ada sepuluh tahunan ,biaya semua ditanggung oleh swadaya masyarakat dengan cara tarikan seminggu dua kali. Pada saat ini kondisi masjid baru 50 % , sehingga masih membutuhkan dana lebih 1 Milyar lagi , diantarannya untuk pembuatan kubah masjid yang menelan lebih dari 500 juta sisanya untuk finising seperti pengecatan, lantai dan juga pintu dan jendela.
“ Mudah-mudahan hari raya nanti kubah Masjid sudah jadi , sehingga keinginan masyarakat untuk memiliki masjid yang megah terpenuhi , apalagi pembangunan ini sudah ada 10 tahunan “, ujar Musa Abdillah S Hi Bendahara pembangunan Masjid.
Musa yang juga pengajar di MA “ Ribhul Ulum “ mengemukakan, fihak panitia setiap waktu bekerja keras agar pembangunan masjid Jami’ rampung dengan sempurna . Selain mengadakan kegiatan rutin penarikan dana ke masyarakat fihaknya juga membuat berbagai proposal yang ditujukan kepada pemerintah, dan juga para aghniya . Semua itu dilakukan agar pembangunan masjid ini cepat terselesaikan dan nyaman di gunakan untuk beribadah warga desa. Diakui ketertambatan pembangunan Masjid tersebut disebabkan oleh turunnya perekonomian warga desa Kedungmutih yang dahulu dikenal sebagai penghasil udang windu, namun semenjak budidaya udang windu collap maka pembanguan masjidpun tersendat. Saat ini usaha masyarakat yang terbesar adalah dari tambak garam ,diharapkan dengan hasil garam yang bagus tahun ini bisa menyelesaikan pembangunan masjid khususnya kubah.
“ Harapan kami tahun ini masjid jami’ bisa menyelesaikan pembangunan kubahnya, jika itu terlaksana kami cukup bersyukur . Selanjutnya secara bertahap kita akan menyelesaikan finishing yang lainnya agar lebih sempurna “, harap Musa Abdillah. (FM)

Santunan Yatama Masjid Jami’ “Baitul Makmur” Kedungmutih Demak

Penyerahan santunan Yatama


Demak – Pengurus Masjid Jam’i “Baitul Makmur” Desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak  Selasa (6/12) mengadakan santunan Yatama . Yatama yang disantuni diantaranya Yatim piatu 2 anak , Yatim 32 anak dan piatu 12 anak. Acara santunan Yatama yang menjadi agenda rutin pengurus diadakan setahun dua kali bertepatan dengan tanggal 10 Muharram dan bulan ramadhan. Selain sebagai perwujudan sunah nabi Muhammad SAW, juga sebagai kepedulian masyarakat  akan derita Yatama yang ditinggalkan orang tuanya.
Teknis pengumpulan dana Yatama diadakan dengan cara mengedarkan amplop kepada seluruh warga desa Kedungmutih yang selanjutnya dikumpulkan dan dihitung bersama. Perolehan dari warga masyarakat itu seterusnya dibagikan kepada yatama yang berhak berdasarkan data yang diperoleh panitia dilapangan. Penyerahan dilakukan di serambi Masjid dalam acara sederhana dan disaksikan oleh kaum masjid dan sebagian warga masyarakat.
“ Ya ini sudah menjadi agenda rutin pengurus masjid yaitu menyantuni yatama , dulu hanya tiap tanggal 10 Muharram saja  ,namun karena perkembangan santunan diadakana 2 kali ditambah bulan ramadhan untuk persiapan yatama berlebaran” ujar H. Yusuf Ketua pengurus masjid jami’ “Baitul Makmur” pada wartawan di sela-sela penyerahan santunan yatama.
H. Yusuf mengatakan , mestinya dana yatama ada setiap waktu karena kebutuhan mereka juga setiap waktu misalnya untuk biaya sekolah, berobat atau kebutuhan lain. Namun sampai saat ini panitia belum bisa mengusahakan dana semacam itu , yang dilakukan hanyalah seremonial saja ketika acara akan berlangsung panitia melakukan penggalangan dana kepada masyarakat dengan cara membagikan amplop. Setelah amplop diisi oleh masyarakat panitia meminta bantuan siswa Madrasah Aliyah untuk mengumpulkan kembali amplop tersebut untuk dibuka bersama-sama.
“ Alhamdulillah hasil tarikan dari warga masyarakat terkumpul uang 10 juta lebih sedikit , dan uang itulah yang akan kita bagikan pada yang berhak sejumlah 46 anak yang hadir disini “ kata H. Yusuf
Musa Abdillah guru MA “Ribhul Ulum” yang aktif dalam kegiatan penggalangan dana Yatama mengatakan , fihaknya menyambut positif adanya kegiatan santunan Yatama yang diselenggarakan oleh Masjid jami’ “Baitul Makmur” desa Kedungmutih. Oleh karena itu fihaknya lewat MA “Ribhul Ulum” selalu mensupport kegiatan tersebut , selain penggalangan dana dari siswa  juga membantu tenaga penarikan kepada masyarakat . Selain sebagai perwujudan kepedulian kepada sesama juga melatih siswa   dalam kegiatan bermasyarakat diaantaranya untuk melatih kerjasama dan juga keberanian.
“ Kita selalu berperan aktif dalam kegiatan ini , oleh karena itu setiap ada kegiatan social di desa semua siswa kita kerahkan untuk membantu masyarakat . Utamanya kegiatan santunan Yatama ini toh kegiatan ini tidak mengganggu aktifitas belajar mereka “ kata Musa Abdillah yang masih lajang ini. (Fatkhul Muin)

Hebat !!! Anak Pesisir Dapat Beasiswa BIDIK MISI



Rini penerima BIDIKMISI Jalur undangan
Demak –Bagi Rini Sulistiyani (18) warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung Kabupaten Demak awal bulan ini merupakan hari istimewa bagi dirinya karena angan-angannya untuk kuliah Perguruan Tinggi tanpa biaya terlaksana sudah. Lewat Beasiswa BIDIKMISI jalur Undangan ia sudah terregistrasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi jurusan PPKN UNY ( Universitas Negeri Yogyakarta) setelah ia dinyatakan sebagai salah satu penerima beasiswa. Sehingga hari-harinya kini setelah menyelesaikan pendidikannya di MA ( Madrasah Aliyah ) Ribhul Ulum desaKedungmutih diisi persiapan menuju kampus di Yogyakarta. Meski dia berasal dari desa namun ia bertekad untuk belajar sebaik-baiknya , apalagi negara telah membiayai sampai lulus nanti.
“ Pada awalnya saya tidak menyangka bisa masuk Bidikmisi jalur undangan, namun setelah fihak sekolah mengabari itu saya baru percaya . Beberapa hari ini saya mengurusi persyaratan registrasi mudah-mudahan semuanya berjalan lancar “, ujar Rini yang ditemui di rumahnya Jum’at (3/6/2011)
Rini yang disekolah dikenal siswi yang aktif berorganisasi mengatakan , keinginannya untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi tumbuh semenjak bersekolah di Madrasah Aliyah . Oleh karena itu dia berpesan kepada orang tuanya untuk menabung sejak dini mempersiapkan biaya kuliahnya nanti karena kondisi ekonomi orang tuanya yang pas-pasan. Harapannya jika usai lulus nanti dia akan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi meskipun perguruan tinggi yang tidak favorit atau Negeri. Dia ingin kehidupannya ke depan ada perbedaan dengan orangtuanya yang hanya sebagai nelayan dan buruh penyewa tambak. Oleh karena itu selain belajar dengan penuh semangat iapun mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan di sekolahnya baik OSIS, Pramuka dan kegiatan lainnya.
“ Alhamdulillah harapan saya untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi terkabul lewat BIDIKMISI jalur undangan , mudah-mudahan ke depan kuliah saya bisa lancar sampai meraih gelar satjana “, tambah Rini.
Sementara itu Mafruhah (45) orang tua Rini yang ditemui mengatakan, bangga dan haru atas terpilihnya Rini sebagai salah satu penerima beasiswa Bidikmisi jalur undangan ini . Sebagai orang desa yang hidup dari menyewa tambak diakuinya tidak mampu untuk membiayai kuliah anaknya secara mandiri di perguruan tinggi negeri . Oleh karena itu ketika fihak sekolah mengajukan anaknya untuk mendapatkan beasiwa bidikmi iapun berdo’a agar diterima , karena bila terlaksana Rini merupakan satu-satunya anak yang kuliah diperguruan tinggi. Oleh karena itu ketika diberi tahu anaknya diterima di UNY dengan biaya negara iapun bersyukur gembira , karena cita-cita anak ketiganya akan terlaksana.
“ Rini anaknya memang rajin , dulu ketika masuk madrasah sudah pernah bilang pada saya setelah lulus nanti ingin melanjutkan kuliah diperguruan tinggi dan nyuruh saya untuk menabung. Sebagai orang tua saya bangga dan gembira dia bisa kuliah tanpa biaya karena mendapatkan beasisawa dari BIDIKMISI “, kata Mafrukhah ibu Rini pada local.detik.com
Kepala MA “Ribhul Ulum” Kedungmutih M. Syafiq, S Pd yang ditemui mengatakan , dari 10 siswa yang diajukan beasiawa bidik misi jalur undangan memang hanya 1 yang diterima , namun demikian fihaknya optimis siswa yang mengikuti beasiswa bidik misi jalur SNMPTN kemungkinan ada yang diterima. Oleh karena itu siswa yang tidak diterima lewat jalur undangan maka di daftarkan lagi mengikuti tes SNMPTN. Hasilnya akan diketahui nanti pada tanggal 28 Juni 2011 .
“ Tahun lalu siswa kami yang diterima di program beasiswa Bidik Misi 3 siswa , mudah-mudahan tahun ini mengulang kejadian tahun yang lalu “, harapnya (FM)

Karnaval YASPIRU Kedungmutih Demak Kreatif Dan Meriah


Kirab bendera Merah Putih
Demak – YASPIRU ( Yayasan Pendidikan Islam Ribhul Ulum ) desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak yang bergerak di bidang pendidikan mulai  RA ( Raudlatul Athfal) , Madin ( Madrasah Diniyyah ) ,MI ( Madrasah Ibtidaiyah) , MTs ( Madrasah Tsanawiyah ) dan Juga MA (Madrasah Aliyah) menutup tahun pelajaran 2010/2011 dengan mengadakan karnaval bersama. Seluruh siswa dari masing masing unit pendidikan menampilkan kreasinya baik pakaian , penampilan serta atribut lain agar suasana karnaval menjadi meriah. Selain barisan bendera sebagai “cucuk lampah” disusul barisan lain dengan berbagai kreasi diantarana rombongan hantu , rombongan Ayo sekolah, parade sarjana sampai dengan rombongan sepeda hias.  Selain itu pula seluruh pengajar dilingkungan YASPIRU ikut berkeliling meramaikan karnaval yang rutin dilakukan setahun sekali.
“  Ya ini sebagai perwujudan kebersamaan kami dalam rangka mengabdikan diri kepada masyarakat , selain itu pula , mendidik para siswa untuk kreatif yang juga mandiri “, ujar Muzawaid S Ag Ketua Yaspiru di sela-sela kegiatan karnaval.
koruptor gayus dalam karnaval
Dengan start di depan Gedung MA rombongan bergerak mengelilingi jalan-jalan desa, setiap berhenti disetiap gang masing-masing rombongan mempertunjukkan kebolehannya ada yang menyanyi , menari berjoget dan berteriak yel-yel yang membuat suasana ramai dan meriah.  Warga masyarakat yang sejak siang hari mennatikan rombongan berjajar rapi di depan rumah masing-masing guna melihat penampilan anak-anak mereka yang ikut dalam karnaval. Meski cuaca panas karnaval yang dimulai sekitar pukul 3 terus bergerak berkeliling desa dengan finish di pasar lama  yang menjadi ajang acara haflah Akhirussanah Yaspiru. Agar suasana karnaval berjalan lancar dan tertib panitia memberikan hadiah kejutan (door prize ) bagi peserta karnaval.
yuk kita sekolah
“ Meski hadiah door prize ini tidak seberapa , namun kami harapkan hadiah ini sebagai pemacu semangat mereka dalam mengikuti karnaval pada sore hari ini. Selain jam dinding , tas , topi dan buku kami berikan pada mereka “ ujar Musa Abdillah S Hi salah seorang panitia pada local,detik.com yang mewawancarainya.
Kepala RA " Robhul Ulum" dan rombongannya
Sementara itu beberapa siswa yang mengikuti jalannya karnaval mengaku bangga dan senang atas diadakannya acara tersebut , selain sebagai perwujudan rasa kebersamaan antar teman juga bisa menumbuhkan sifat berani . Oleh karena masing-masing siswa menunjukkan kreasinya masing dengan bahan yang murah   mereka tampil beda dengan kondisi sehari-hari, sehingga penampilan itu ada yang lucu , menyeramkan , dan juga membuat tertawa terpingkal-pingkal. Dengan penampilan itu mereka kelihatan enjoy dan senang apalagi jika adegan mereka bisa membuat orang tertawa mereka bertambah gayanya.
Pembagian doorprize
“  Wah meski tak kebagian doorprize pokoknya ikut senang , apalagi kita bisa bebas bergaya sepenuhnya tanpa ada yang melarang asal penampilan kita sopan “, ujar Fajrus kelas VII Mts “Ribhul ulum “ yang mengikuti kegiatan karnaval .
Karnaval yang diikuti lebih dari 500 siswa bertambah  meriah lagi dengan ditampilkannya grup Drum Band dari Sekolah tetangga SMP Al-Madina Desa Kaliombo Jepara  , dengan lagu-lagu yang populer saat ini . Selain sebagai penyemangat dilingkungan YASPIRU agar memiliki kegiatan yang sama juga diharapkan bisa menghibur masyarakat yang melihat dari dekal suasana karnaval.(FM)

Pentas Seni YASPIRU Kedungmutih Demak Membanggakan

Kething Kuning dan Yuyu kangkang
Demak, Pentas Seni YASPIRU ( Yayasan Pendidikan Islam Ribhul Ulum ) desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak yang diadakan bersamaan dengan pelepasan siswa RA , Mts, dan MA berlangsung meriah. Selain menampilkan gerak dan lagu oleh anak-anak RA juga ditampilkan seni peran atau drama modern mulai dari siswa MI sampai dengan MA , masing-masing menunjukkan kebolehannya diatas panggung. Meski latihan hanya beberapa saat saja penampilan mereka cukup prima sehingga mampu menghipnotis para penonton yaitu para orang tua siswa dan juga warga masyarakat yang lain. Selain lakon yang dipilih cukup tepat , juga gerakan para pemainnya membuat yang hadir , tersenyum bangga.
” Saya tiak menyangka meskipun mereka sekolah di desa namun kemampuan mereka tidak kalah dengan yang bersekolah di kota , gerakan serta tutur kata mereka bisa menghibur para penonton ”, ujar salah seorang penonton disela-sela pementasan .
Mbok Rondo dan anak-anaknya
Pada malam itu siswa-siswi MI menampilkan drama berjudul ” Andhe-andhe Lumut” yang mengambil setting kerajaan Jenggala yang kehilangan putra mahkota yang sedang mengembara ke desa mencari sang permaisuri . Dalam pengembaraan itu sang putri bertemu dengan yuyu kangkang dan akhirnya sang putri bisa bertemu putra mahkota yang tidak lain adalah Si Andhe-andhe lumut. Cerita itu diperankan cukup apik oleh siswa siswi MI kelas 3 dengan kelucuan dan kecentilannya. Penampilan sekitar 15 menit tersebut mampu membuat penonton berdecak kagum.
Sementara itu siswa siswi MTs ” Ribhul Ulum” menampilkan drama yang berjudul ” Anak Yang sombong ” dengan setting sekolah masa kini dengan siswa siswinya yang modern dengan HP sehingga membuat malas belajar. Ketika ada ujian sekolah ada satu siswa dari keluarga kaya sok dan sombong tidak mau belajar justru nongkrong di kantin. Selain itu agar ujiannya lulus dia pergi ke dukun minta petunjuk agar ujiannya lulus , oleh sang dukun di anak sombong tersebut di beri jampi-jampi dan resep . Namun malang karena kesombongannya itu , karena tidak belajar dia tidak lulus yang akhirnya iapun menyesali perbuatannya.
Adegan drama MA ‘ Ribhul Ulum”
Drama yang diperankan oleh siswa siswi MTs yang berdurasi sekitar 25 menit , juga membuat decak kagum para penonton apalagi peran dukun yang membuat semua penonton terpingkal-pingkal karena kelucuannya. Demikian juga pemeran pelajarnyapun cukup menjiwai sehingga pagelaran itu membut para penonton tidak bergeming dari tempat duduknya.
Pagelaran pentas seni terakhir diisi oleh siswa siswi MA ( Madrasah Aliyah ) dengan judul ” kokok betok-betok ” yang mengisahkan satu keluarga yang kepala keluarganya suka mengadu jago. Saking cintanya pada jago aduannya maka keperluan keluarga tidak diurusinya , sehingga setiap hari dia mengurusi jago kesayangannya untuk di adu dengan harapan mendapatkan kemenangan . Menurutnya dengan kemenangan jagonya dalam laga atau pertandingan akan mendapatkan hadiah 100 juta yang nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga terutama membelikan anaknya sepeda motor . Namun naas dalam pertandingan itu jagonya keok sehingga seluruh hartanya habis digunakan untuk bertaruh , sehingga menyebabkan dia sakit ingatan dan membuat keuarganya berantakan.
Seluruh pemain bergambar bersama
Drama yang berdurasi selama hampir 30 menit benar-benar memikat para penonton , selain dialognya yang jelas , juga diselingi joke-joke yang membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Selain itu pula dalam drama ini juga diisi dengan nyanyian dan juga tarian sehingga makin membuat penonton tidak beranjak dari tempat duduknya meski sekejap.
” Mudah-mudahan ke depan anak-anak yang mengikuti seni pentas drama , salah satunya ada yang menjadi artis agar dapat menjadfi penyemangat yang lain agar juga menekuni dunia seni peran ” , harap Suhari S Pd I Kepala MTs ” Ribhul Ulum” di sela-sela pentas seni. (FM)

Ada Madrasah Gratis Di Kedungmutih Demak

H. Sakdun Kepala Madin di acara pelepasan siswa
Demak -  Dalam situasi ekonomi yang sulit ini masih ada kumpulan orang yang peduli akan pentingnya pendidikan agama Islam dan  menyediakan pendidikan Madrasah Diniyyah secara gratis. Adalah Madrasah Diniyyah  Awwaliyah “ Ribbul Ulum” 01 desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak yang telah 5 tahun membebaskan siswanya dari iuran bulanan (SPP) . Sehingga orang tua siswa /wali hanyalah menyediakan kebutuhan belajar anaknya seperti buku-buku pelajaran dan uang semesteran saja.
“ Ya mudah-mudahan kami semua saya dan guru kami semua diberi kesehatan agar kami terus dapat menyelenggarakan pendidikan gratis untuk warga disini “, tutur  H. Ahmad Sakdun Kepala Madrasah Diniyyah Awwaliyah Ribhul Ulum 01 Jum’at (15/7/2011)
Madrasah yang berusia sudah puluhan tahun ini 5 tahun yang lalu masih membebankan biaya pendidikan untuk siswanya .Namun setelah adanya kampanye sekolah gratis oleh pemerintah, meski tidak mendapatkan BOS madrasah ini serta merta melakukan hal yang sama . Dengan pertimbangan agar orang tua yang menyekolahkan anaknya di madrasah ini tidak lagi terbebani oleh biaya.
“ Alhamdulillah sudah 5 tahun ini Madrasah ini tidak lagi ada biaya yang dikeluarkan oleh orang tua siswa “, tambah H. Ahmad Sakdun.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam “Ribhul Ulum”  Kedungmutih Muzawaid. S Ag mengatakan , bentuk pendidikan gratis di salah satu unit pendidikan di yayasannya adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap warga masyarakat. Hal itu bisa dilaksanakan karena gedung yang digunakan untuk belajar adalah milik unit pendidikan yang lainnya. Namun demikian fihaknya menyambut positif atas kebijakan yang dilakukan oleh salah satu unit pendidikan di yayasannya.
Meski gratis namun ia berharap proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik. Guru yang mengajar meski tidak ada bayaran tidak akan kehilangan semangat dalam menyampaikan materi kepada siswa. Sehingga hasil belajar yang didapatkan para siswa akan maksimal seperti halnya sekolah yang membayar.
“ Karena ini sudah kemauan pengelola utamanya unit pendidikan diniyyah yang membebaskan pungutan kepada siswanya , fihak yayasan akan selalu mendukung keberadaan Madrasah ini sebagai tempat untuk mendidik generasi penerus bangsa “, kata Muzawaid, S Ag dihadapan orang tua siswa yang menghadiri pelepasan siswa tahun pelajaran 1432 H .(FM)

Alhamdulilah !!! Mufiati Siswi Pesisir Demak Terima Bidik Misi

Mufiati Alumni MA " Ribhul Ulum" penerima Bidik Misi
Demak – Bagi Mufiati mengenyam bangku kuliah di perguruan tinggi merupakan impiannya setelah lulus Madrasah Aliyah ” Ribhul Ulum ” desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak tahun 2010 yang lalu. Karena kondisi ekonomi orang tuanya yang tidak memungkinkan mengikuti jalur umum maka iapun mengikuti seleksi lewat jalur bidik misi yang diperuntukkan keluarga miskin . Namun sayang tiga perguruan tinggi yang ia masuki semuanya gagal tidak membuahkan hasil , sehingga keinginannya untuk kuliah di pergurun tinggi pupus sudah.
Untuk mengisi waktunya yang lowong itu ia pergunakan untuk membantu mengajar di sebuah Madrasah Diniyah dengan tujuan mendapatkan imbalan . Selanjutnya honor tersebut dipergunakan untuk membayar uang kuliah di Perguruan Tinggi swasta yang terdekat dari rumahnya. Setiap hari ia berangkat kerja dengan naik sepeda , dengan tujuan honornya tersebut dikumpulkan untuk persiapan membayar kuliah di PTS . Mengandalkan biaya dari orang tuanya jelas tidak mungkin , selain ayahnya sudah tidak ada penghasilan ibunya sebagai penjual kepiting juga tidak seberapa.
” Waktu saya ditawari untuk mencoba mendaftarkan diri lagi mengikuti SNMPTN Bidik Misi awalnya menolak , namun karena pak Syafik dan Pak Musa mendorong saya terus akhirnya saya bersedia mencoba lagi mengikuti tes pada tahun 2011 ”, ujar Mufiati yang ditemui Sabtu (16/7/2011) dalam rangka persiapan registrasi.
Dengan belajar seadanya karena sudah tertinggal satu tahun iapun mengikuti tes SNMPTN di Semarang bersamaan dengan beberapa siswa MA ”Ribhul Ulum” yang mengikuti jalur Bidik Misi. Di sana iapun bersaing dengan ratusan siswa yang mengharapkan juga kursi mahasiswa Bidik Misi karena mereka juga dari keluarga yang kurang mampu. Berkat do’a dan juga semangatnya ingin kuliah dan meraih sarjana iapun akhirnya lolos tes dan masuk di UIN Sunan kalijaga Yogyakarta jurusan Bahasa Arab.
” Besok pagi rencana registrasi ke Yogyakarta , setelah itu ada visitasi dari kampus . Mudah-mudahan tidak ada aral merintang dan keinginan saya untuk dapat kuliah dan mendapatkan beasiswa tercapai ”, harap Mufiati.
Selain berkas-berkas ijasah dan surat yang lainnya , ada juga surat keterangan dari desa yang menerangkan orang tuanya termasuk dari golongan kurang mampu . Memang setelah ayahnya meninggal dunia ekonomi keluarganya menjadi morat-marit karena hanya mengandalkan penghasilan dari ibunya yang tidak seberapa. Oleh karena itu setelah ia lulus MA keinginannya untuk kuliah ke Perguruan Tinggi urung karena melihat ekonomi keluarganya yang jelas tidak mampu. Selain dirinya ia masih mempunyai kakak dan adik yang masih mengantungkan ekonomi pada ibunya.
Dengan diterimanya di UIN Suka Yogyakarta ini bagaikan mimpi yang kesampaian, karena ia bercita-cita menjadi guru yang berpendidikan Sarjana sejak dulu. Dengan pendidikan sarjana itu ia bisa menyumbangkan tenaganya demi kemajuan pendidikan di daerahnya pesisir. Selain itu pula ia juga bisa memberi semangat pada anak pesisir lain agar belajar keras dan mendapatkan kesempatan yang sama kuliah dengan gratis . (FM)

Bersyukur Terima Beasiswa BIDIK MISI Di UIN SUKA Yogyakarta





Ahmad Fatih Kurniawan
Demak – Beasiswa pendidikan untuk siswa miskin berprestasi (BIDIK MISI) pada tahun 2011ini kembali di raih siswa MA “ Ribhul Ulum “ desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak . Salah satu siswa yang cukup beruntung adalah Ahmad Fatih Kurniawan yang kini sudah registrasi di UIN ( Universitas Islam Negeri ) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Meski harus menunggu lama karena adanya visitasi dari kampus namun akhirnya impiannya untuk kuliah di perguruan tinggi negeri dengan beasiswa terkabul juga . Dengan mengambil program studi  Pengembangan Masyarakat Islam dia berharap akan terus dapat belajar memeperbanyak ilmu agar berguna kelak di hari tua.
“ Jika mengandalkan ekonomi orang tua saya yang hanya petambak kecil tidak akan kuat membiayai saya di Perguruan Tinggi . Oleh karena itu ketika ada program Bidik Misi saya ikut mendaftar awalnya saya ikut  jalur undangan namun gagal. Saya coba lagi untuk ikut SNMPTN Alhamdulillah saya lolos bersama satu teman lainnya satu sekolah “, ujar Fatih yang didampingi ayahnya Muhibbin pada kabarseputarmuria.
Ahmad Fatih Kurniawan mengatakan , keinginan untuk kuliah di perguruan tinggi merupakan cita-citanya sejak memasuki bangku sekolah dasar , untuk memenuhi hasratnya itu ia selalu belajar keras . Baik di sekolah formal SD , MTs , MA dan juga sekolah Informal Madrasah Diniyah dan juga ngaji , sehingga hasilnya tidak mengecewakan. Meski tidak masuk peringkat atas  namun ia selalu masuk 10 besar sehingga ketika ada seleksi Bidik Misi iapun berhak mengikutinya.
“ Alhamdulillah mudah-mudahan di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saya diberi kelancaran dalam beajar sehingga bisa mengikuti pelajaran dengan baik “, tambah Fatih .
Sementara itu Muhibin ayah Fatih mengaku bangga dan senang putra pertamanya lolos seleksi mahasiswa baru UIN Yogyakarta dan mendapatkan beasiswa dari negara. Jika mengandalkan ekonomi keluarganya yang hanya dari tambak sempit menurut hitungan sulit membiayai anaknya kuliah di perguruan Tinggi . Selai  harus mempersiapakan untuk registrasi setiap tahunnya , juga biaya hidup setiap bulan harus dikirimkan . Padahal mengharapkan hasil tambak yang tidak menentu untuk makan saja masih harus kesana kemari . Oleh karena itu ketika anaknya lulus dari MA salah satu caranya ya mengharapkan bantua pemerintah lewat beasiswa karena keinginan anaknya yang kuat ingin melanjutkan sekolah.
“ Ya turut bangga dan senang karena anak saya bisa mendapatkan beasiswa dari BIDIK MISI , karena jika saya harus mengeluarkan biaya untuk kuliah dia untuk makan sehari-harinya dari mana pekerjaan pokok saya dari tambak yang sempit yang setiap tahun terus terkena abrasi “, aku Muhibbin.
Oleh karena itu ketika ada visitasi dari kampus yang dilaksanakan oleh salah seorang dosen UIN Yogyakarta ia menunjukkan apa adanya . Selain rumah yang sederhana , pekerjaan pokok serta informasi penunjang lainnya seperti kartu Jamkesmas . Dengan informasi tersebut dia yakin putranya lolos bisa mendapatkan beasiswa yang kelak mengantarkan putranya meraih Sarjana sebagai bekalnya kelak di hari tua.
“ Cuma yang saya ingat bapak yang datang bilang setelah nanti masuk kampus harus selalu belajar yang giat karena semua biaya sudah ditanggung pemerintah . Tugas yang utama adalah belajar yang giat sehingga tidak mengecewakan negara yang telah membiayai “, ujar Muhibbin lagi
Memang beasiswa BIDIK MISI saat ini menjadi dambaan calon mahasiswa dari keluarga miskin karena dengan biaya sendiri jelas mereka tidak mampu memenuhinya . Untuk tahun depan diharapkan pemerintah terus mengelontorkan program ini sehingga kedepan akan tercetak banyak sarjana dari kalangan miskin . Selain mencetak generasi yang berkualitas diharapkan pula mengurangi kemiskinan di Indonesia karena masih rendahnya pendidikan mereka. (FM)

Bidan Nurwahidah binti H nachrowi , Setelah Lulus Wiyata Bakti Di Puskesmas Pembantu Di Desanya

Bidan Nurwakhidah, di ruang kerjany
Demak – Bagi Nur Wahidah pekerjaan Bidan yang ia jalani sekarang selain untuk mencari materi juga merupakan kerja social atau kemanusiaan . Oleh karena itu setelah lulus dari STIKES “ Widya Husada “ tahun 2008 ia mencoba melamar pekerjaan sebagai Tenaga Wiyata Bhakti di Puskesmas Pembantu (Pustu) desa Kedungmutih kecamatan Wedung Kabupaten Demak . Meski saat ini dia hanya mendapatkan uang lelah sebagai darma baktinya , namun itu bukan tujuan utama yang dia harapkan. Dengan bekerja membantu Bidan Desa melayani masyarakat , maka ilmu yang ia dapatkan di bangku kuliah dapat dipraktekkan secara langsung. Selain memberikan pengobatan ringan kepada ibu dan anak , suntik KB , juga menangani persalinan .
“ Ya harapannya ya bisa diangkat menjadi PNS sebagai Bidan Desa resmi , namun karena rezeki belum sampai meski sudah 3 kali saya mengikuti tes CPNS gagal terus . Oleh karena itu sampai saat ini saya masih wiyata di Puskesmas Pembantu Desa Kedungmutih pagi sampai siang hari . Sedangkan sore sampai malam saya buka praktek di rumah  “, ujar Bidan Nur Wakhidah pada Wartawan yang menemui di rumahnya.
Nur Wahidah mengemukakan, pada awalnya seusai lulus di Madrasah Aliyah Banat NU Kudus dia berkeinginan untuk melanjutkan sekolah guru . Namun ayahnya menyarankan untuk melanjutkan sekolah Bidan atau Perawat . Dengan pertimbangan warga desanya saat itu sudah banyak yang melanjutkan sekolah dengan mengambil jurusan guru . Oleh karena itu dia diberi masukan ayahnya untuk mengambil sekolah kesehatan yang seterusnya mendaftarkan diri ke  STIKES “Widya Husada” Semarang yang jaraknya lebih dari 50 Km dari tempat tinggalnya.
Pada awal kuliah ada rasa canggung karena tidak sesuai dengan keinginan hatinya , namun dengan dorongan ayahnya itu ia mulai semangat kuliah , apalagi setelah bertemu dengan teman-teman lainnya dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Semangatnya untuk belajar semakin lama semakin tinggi sehingga waktu tiga tahun tidak dirasakan berat . Selain belajar teori dia juga belajar praktek secara langsung di Rumah Sakit Bersalin menangani persalinan yang menjadi tugas utamanya. Pada awalnya melihat persalinan rasanya cukup ngeri dan takut , namun karena terbiasa hal itu tidak menjadi halangan baginya sehingga menangani persalinan saat ini ia enjoy saja.
“ Dulu ketika awal praktek rasanya tubuh saya  gemetaran melihat ibu yang sedang melahirkan , namun kini mintanya setiap hari ada ibu yang melahirkan terus . Kalau tidak ada ada ibu yang melahirkan tangan ini justru gemeteran terus mas “, aku Nur Wakhidah sambil tersenyum.
Selain wiyata bhakti membantu Bidan Desa di Puskesmas Pembantu Desa Kedungmutih pagi sampai siang hari . Sore harinya ia membuka praktek di rumahnya setelah surat ijin praktek Bidannya keluar awal tahun 2011 ini . Meski belum ramai seperti Bidan yang sudah lama membuka paktek , namun setiap harinya sudah ada satu dua pasien yang mendatangi tempatnya praktek yang kebanyakan masih tetangganya dan juga warga desa tetangga. Agar kemampuannya melayani masyarakat  terus bertambah dan berkembang  selain belajar dengan Bidan Desa di Puskesmas Pembantu ,iapun rutin mengikuti pertemuan IBI ( Ikatan Bidan Indonesia ) Cabang Demak.
Ketika ditanya sampai kapan dia terus berwiyata bakti  ? Selama masih tinggal di desanya meski belum diangkat menjadi PNS dia terus mengabdikan kemampuannya untuk membantu dan melayani masyarakat .Menjadi pegawai Negeri atau tidak bukan halangan untuk terus mengabdikan kemampuannya untuk masyarakat . Kondisi masyarakat desa saat ini masih memerlukan pendampingan agar pola hidup sehat terbiasa pada keluarga , utamanya dari golongan yang kurang mampu . Meski saat ini berobat bagi mereka sudah digratiskan pemerintah , namun gaya atau pola hidup sehat harus terus di kampanyekan pada mereka .
Bidan Nur Wakhidah
Dengan terus berwiyata bakti di Puskesmas Pembantu diharapkan kemampuannya untuk melayani masyarakat semakin bertambah . Apalagi yang ia layani adalah warga desanya sendiri sehingga ia bisa memberikan ilmu yang ia dapatkan di bangku kuliah kepada warganya sendiri. Selain itu pula untuk meberikan semangat pada tetangganya untuk mengikuti jejaknya sebagai Bidan , sehingga ke depannya ada lagi Bidan yang lahir dari warga desanya . Selain itu dia juga bisa memperjuangkan warganya mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
“  Yang  saya usulkan pada pemerintah adalah fasilitas seperti Puskesmas Pembantu di desa saya kondisinya cukup memprihatinkan dan sudah tidak layak lagi untuk melayani kesehatan masyarakat . Namun karena adanya hanya bangunan itu ya gimana lagi kita tetap bekerja di sini “, kata Bidan Nurwakhidah menutup sua . (Fatkhul Muin)

Musim Kemarau Rejeki Bagi Para Penjaja Air


1318901269703403789
Misbakhuk dengan motor bututnya
Demak – Bagi sebagian orang kekeringan atau musim kemarau adalah suatu musibah utamnya di desa-desa yang rawan air bersih .Sehingga jika musim kemarau tiba mereka kesulitan memenuhi air bersihnya karena sumur atau tendon air telah habis. Namun bagi para penjaja air kekeringan adalah rejeki mereka , dari menjajakan ir itulah mereka dapat penghasilan yang bisa menopang hidup mereka sehari-harinya. Dengan modal sepeda atau sepeda motor dan jrigen-jrigen untuk wadah air mereka memenuhi kebutuhan air warga sehari-harinya.
“ Ya jika sedang ramai saya bisa tiga puluh kali mensuplai air bersih ke rumah warga , namun jika di rata-rata ya dua puluh kali kita bisa membawa 4 jrigen air ini . Setiap jrigen kita dapat upah Rp 1.500,- dan kita beli pada warung air setiap jrigennya Rp 500 “, tutur Misbakhul Azmi (35) warga desa Kedungmutih yang setiap hari ider air keliling kampung Selasa (18/10/2011).
Misbakhul mengaku dengan modal motor bututnya itu dia sudah empat tahunan menekuni profesi sebagai tukang jaja air di musim kemarau , sedang air yang ia jajakan biasanya ngebon dulu pada warung air di daerah Jepara. Sehingga modal yang ia butuhkan sehari-harinya cukup bensin untuk menjalankan motornya dan juga olie dan servis jika motornya rusak. Setiap pagi hari dia keluar dari rumahnya dengan membawa 4 jrigen air berkapasitas 25 liter yang ia taruh dalam keranjang kayu yang ia buat dibelakang jok motornya.
Jrigen –jrigen kosong ia isikan ke warung air di desa Kedungmalang kecamatan Kedung kabupaten Jepara yang memang disediakan pemerintah untuk mensuplai kebutuhan air warga disaat kekeringan. Di sana ia harus antri dengan sesama penjaja air lainnya yang juga mengisi jrigen-jrigen mereka yang juga dijajakan ke desa yang dilanda kekeringan . Selain desa Kedungmutih , mereka juga menjajakan air ke desa Babalan, Kedungkarang dan Menco karena desa tersebut belum tersambung pipa PDAM . Di desa-desa itulah para penjaja air menangguk Rejeki di kala musim kemarau atau kekeringan tiba.
“ Kalau musim penghujan tiba saya kerja buruh-buruh atau mencari ikan ke laut sebagai Nelayan, upah dari menjajakan air ini cukup lumayan , sehari jika sampai siang bisa menghasilkan Rp 30 – 40 ribu bersih namun jika pagi hari saja Rp 25 ribu bersih juga dapat”, aku Misbakhul Azmi.
13189014351435299534
Selain Misbakhul masih ada beberapa orang lagi yang berprofesi sebagai penjaja air di kala musim kemarau tiba dan itu terjadi sudah puluhan tahun yang lalu . Usulan warga untuk tersambungnya pipa PDAM sejak lama dilontarkan belum ada sampai sekarang dengan alasan tidak adanya air baku yang mensuplai ke desa pesisir ini . Sumber air tawar yang ada hanya di kabupaten Jepara dan permintaan penyambungan air dari kabupaten Jepara belum bisa terpenuhi dikarenakan wilayah yang berbeda . Solusinya pemerintah daerah kabupaten Jepara membangun warung air di desa Kedungmalang yang kemudian airnya di jual kepada penjaja air yang selanjutnya dipasok ke rumah-rumah warga yang membutuhkan.
“ Kita berharap pemerintah daerah Kabupaten Demak bisa bergandeng tangan dengan pemerintah kabupaten Jepara agar menyambungkan pipa air bersih dari desa Kedungmalang ke desa Kedungmutih , toh tempatnya tidak . Sehingga desa Pesisir di kabupaten Demak ini bisa merasakan air bersih sehingga tidak membeli air bersih setiap hari kepada para penjaja air yang harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan menyambung pipa PDAM secara langsung :, ujar Fatkhul Muin tokoh masyarakat desa Kedungmutih yang juga pengelola blog “Pusat Informasi Masyarakat Pesisir”. (FM)

Mengenal Pak Mukalim Tukang Kayu Dari Pesisir


DEMAK- Apapun profesinya jika ditekuni akan membawa keberhasilan  . Seperti halnya   Mukalim (50) warga desa Kedungmutih  kecamatan Wedung kabupaten Demak ini.  Puluhan tahun ia berprofesi sebagai tukang membuat rumah dan memperbaiki rumah dengan cara borongan atau harian,
Lelaki yang akrab dipanggil  Kalim   sehari-hari itu , bagi   keluarga,saudara dan  masyarakat dikenal sebagai pribadi yang  jujur,ulet,pekerja keras dan bertanggung jawab. Dia  beristrikan ibu Suliyah (45) dan  sudah di karuniai lima orang anak, satu laki-laki dan empat perempuan.yang memberikan   lima cucu dua laki-laki dan tiga perempuan.
Bila musim kemarau datang warga desa Kedung mutih dan sekitarnya sangat terbantu oleh pekerjaannya,dari membangun rumah atau hanya memperbaiki saja . Tak sedikit rumah di desa Kedung mutih yang menjadi buah karyanya,ada yang terbuat dari kayu atau dari bangunan batu bata.
Jika  bekerja pak Kalim di bantu tukang laden/ngaduk lepok,untuk pekerjaan laden ia selalu  mengajak keponakannya sendiri yaitu Abdul Majid(  33). Dulu pak Mukalim selain menjadi tukang juga seorang nelayan,petani tambak udang dan garam,di karenakan banyaknya warga yang sangat membutuhkan tenaganya dalam membangun rumah maka pak Kalim fokus di bidang pertukangan saja.
Pak Kalim yg bertempat tinggal di desa Kedung mutih jikalau kerja harian selalu berangkat jam 07.00 dan pulang pulang jam 16.00 .namun kalau kerja borongan masalah waktu tak di batasi dan kadang-kadang sampai lembur dengan cara membawa kayu  milik tuan rumah untuk di buat kusen-kusen di rumahnya sendiri untuk harian pak Kalim di bayar sekitar Rp 60.000 (enam puluh ribu) dan untuk job borongan itu masalah negosiasi antara pak kalim dan tuan rumah tergantung besar kecilnya rumah (ulin nasrullah)

Kusnan , Meraup Untung Dari Usaha Persewaan Tenda, Kursi dan Soundsytem

Kusnan memasang lampu
Demak - Bagi Kusnan warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak mempunyai usaha sampingan cukup mengasyikkan selain bisa mengisi waktu luang ,juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Sudah lebih sepuluh tahun ini dia mempunyai usaha sampingan persewaan tenda, kursi dan soundsytem untuk keperluan orang punya hajat. Jika bulan-bulan baik bagi orang Jawa barang-barangnya itu jarang di rumah dan selalu berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya. Diapun jarang dirumah karena mengikuti ke mana tenda , kursi dan pengeras suara itu di sewa orang.
“ Ya  kalau bulan-bulan ramai sebulan bisa 15 kali dipakai orang , itu berarti kita harus siap bongkar pasang dari tempat satu ke tempat lainnya . Namun tak mengapa dari satu kali pasang kita dapat untuk cukup lumayan setelah dikurangi biaya operasional kita dapat kelebihan 400 ribu – 500 ribu “, ujar Kusnan pada wartawan yang menemuinya.
Kusnan mengatakan usaha yang dibangunnya 10 tahun yang lalu awalnya hanya penyewaan tenda dan kursi saja , namun dalam perkembangannya konsumen menghendaki adanya tambahan soundy sytem dan lampu penerangan. Oleh karena itu iapun mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk mewujudkan keinginan konsumen. Dari tabungan uang sewa dan juga penjualan garam iapun kemudian melengkapi usaha persewaan itu dengan tambahan soundsytem dan juga lampu . Setelah komplit itulah usahanya semakin maju karena pelanggan ingin semua ada sehingga satu kali panggil semua bisa terpenuhi . Dengan semakin ramainya panggilan itulah maka iapun semakin memfokuskan usaha persewaan dengan cara memperbaharui barang-barang yang rusak untuk digantikan yang baru.

Kursi-kursi siap menerima tamu
“ Ya kerusakan barang pasti ada contohnya kursi jika sudah lama ada yang patah kakinya , begitu juga tenda juga ada yang bocor. Biasanya untuk kursi diganti dengan yang baru , tetapi kalau tenda jika tidak parah ya bisa kita jahit atau tambal “ , ujar Kusan.
Ketika ditanya modal untuk membuka usaha persewaan yang ditekuninya itu , Kusnan mengaku kalau dulu modal yang dikeluarkan tidak begitu besar  karena dulu harga masih murah . Namun saat ini paling tidak modal yang dikeluarkan jika komplit bisa mencapai 50 Juta rupiah. Contohnya kursi saja jika perunit Rp 50.000,- X 200 sudah 10 juta rupiah , tenda 2 tangkep 8 X 4 m 15 juta rupiah , soundsytem , lampu dan mesin diesel 25 juta rupiah. Dulu dia membuka usaha modal yang dikeluarkan masih kurang dari 10 juta rupiah , setelah berjalan barulah ia menambah peralatan lain sehingga menjadi komplit seperti sekarang ini,
“ Ya kalau sekarang buka usaha harus kompit semua , karena persaingan usaha persewaan seperti ini cukup ketat. Jika kita tidak komplit peralatannya konsumen akan sulit mengundang kita . oleh karena itu jika kita baru ada kursi dan tenda saja maka kita harus punya rekan bisnis usaha sondsytem dan lampu “, kata Kusnan memberikan resep keberhasilannya.
Dulu ketika awal membuka usaha dia juga sering menolak order karena belum komplit peralatannya namun setelah ia mempunyai rekan bisnis usahanya semakin lancar. Seperti contoh peralatannya hanya satu kali pasang saja , namun ia berani menerima order lainnya dengan cara melemparkan order pada teman-temannya .  Selain ia dapat memenuhi keinginan konsumen , iapun dapat komisi dari teman-temannya yang ia beri order. Selain itu jika hari-hari tertentu iapun dapat job order dari teman-temannya karena barang persewaan milik temannya sudah disewa orang lain.
Dari segi perhitungan bisnis Kusnan  mengaku usaha persewaan kursi , tenda dan soundsytem masih menjanjikan , karena orang yang mempunyai gawe semakin banyak . Kecenderungan orang untuk memilih hajatan di bulan-bulan baik masih ada , sehingga pada bulan-bulan tertentu orang punya hajat bisa menumpuk. Akibatnya dalam satu hari orang punya gawe bisa puluhan orang , padahal jumlah persewaan masih terbatas , oleh karenanya pembukaan usaha ini masih cukup menguntungkan . Selain itu kita juga membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain , misalnya tenaga bongkar pasang tenda dan juga tenaga angkut.
“ Ya kalau menurut saya usaha ini masih layak untuk dikerjakan , kalau ada rejeki tambahan saya masih berkeinginan untuk menambah tenda dan kursi lagi . Menurut pengalaman saya sering melempar order ke teman di saat bulan sedang ramai “, kata Kusnan menutup sua . ( Fatkhul Muin)