translate

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

24 Okt 2011

IMPLENG,SANGAT MEMBANTU WARGA KEDUNG MUTIH

Pada musim kemarau ini warga Desa Kedungmutih Kecamatan Wedung mengandalkan embung air untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian. Sejauh ini, mereka tidak terlalu risau akan kebutuhan air lantaran terbantu oleh keberadaan kolam raksasa berukuran 50 m x 87 m tersebut.
Menurut Kades Kedungmutih H Hamdan, keberadaan embung sangat membantu ribuan warga di sejumlah desa, termasuk warga desa yang berada di wilayah Kabupaten Jepara. Warga yang menggunakan air embung berasal dari Desa Kedungmutih, Kedungkarang, Menco dan Babalan, keempatnya berada di wilayah Kecamatan Wedung. Kemudian juga warga Desa Kedungmalang, Surodadi dan Panggung, ketiganya berada di wilayah Kabupaten Jepara. “Warga desa-desa tersebut rata-rata berjualan ikan di Pasar Kedungmutih. Setiap pagi dan sore, mereka mandi di embung ini,” ujar Hamdan.
Disampaikan, embung air di Desa Kedungmutih dibangun pada tahun 1953. Pada tahun 2009, Pemerintah Provinsi melakukan renofasi besar-besaran. Bangunan itu dilebarkan dan ditambah kedalamannya. Disekelilingnya juga dibangun pagar. Selain itu juga ditambah dengan 4 sumur dan 4 kamar mandi yang ditempatkan pada setiap pojok embung. “Tahun 2009, Pemprov Jateng mengalokasikan dana sebesar Rp 800 juta,” ungkap Hamdan.
Dia berpandangan bahwa saat ini embung tersebut kembali memerlukan perawatan. Karenanya, ia berharap pemerintah provinsi mengalokasikan dana lagi untuk keperluan normalisasi, pengecatan dan perbaikan pagar. “Untuk perawatan, Pemerintah Desa Kedungmutih setiap tahunnya sudah menganggarkan Rp 3 juta. Dana yang digunakan untuk melakukan itu bersumber dari hasil lelang pengelolaan pasar ikan. Dan karena embung butuh dana perawatan yang lebih besar, kami berharap uluran tangan pemerintah propinsi,” katanya. (Anang)

0 komentar:

Posting Komentar