translate

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

24 Okt 2011

Terasi Produksi Kedungmutih Demak

Terasi setengah jadi siap kirim
Demak – DMC : Desa Kedungmutihh kecamatan Wedung kabupaten Demak selain dikenal sebagai sentranya Garam , juga sebagai pemasok hasil laut. Selain berbagai jenis ikan , udang dan kepiting juga dikenal sebagai desa penghasil terasi yaitu bumbu masak tradisional yang berbahan baku ikan, udang, rebon dan reket. Terasi dari desa Kedungmutih selain dikenal enak rasanya juga harganya lebih murah jika dibandingkan dengan yang lain . Karena keaslian dan kelezatannya itulah maka terasi yang khusus berbahan baku udang rebon dan reket ini harus dipesan lebih dahulu .
“ Kalau yang berbahan ikan giling seperti ini setiap waktu kami selalu ada bahkan pasokan kami cukup banyak karena setiap minggu sekali kali kirim bahan terasi ini ke daerah Lasem Rembang untuk diolah lagi menjadi terasi jadi “, ujar Shofyan (55) pengusaha pengeringan ikan dan terasi pada kabarseputarmuria yang menemuinya di braknya Rabu ( 19 /10/2011)
Shofyan yang didampingi anaknya Jumadi (25) mengatakan , terasi berbahan baku udang Rebon dan reket ini selain dikenal enak rasanya juga jarang yang memproduksi karena bahan bakunya setiap waktu belum pasti ada. Sehingga pada musim-musim rebon dan reket ini keluar maka dia membeli sebanyak-banyaknya untuk di jemur sebagai bahan baku terasi kualitas nomor satu . Rebon dan reket kering tersebut diolah dengan ditambah bahan-bahan lain seperti gula, garam dan ramuan lainnya sehingga menjadi terasi super yang enak rasanya .

Terasi Super
Ditingkat pengepul harga terasi berbahan baku udang rebon dan reket ini harganya berkisar  Rp 35 ribu – 40 ribu setiap kilonya , namun ditingkat pengecer di pasar-pasar tradisional harga terasi kualitas baik ini bisa sampai Rp 60 ribu – 75 ribu setiap kilogramnya.  Namun demikian terasi jenis super ini tidak ada di sembarang pasar tradisional , kebanyakan terasi yang beredar di pasar tersebut kebanyakan berbahan baku gilingan ikan kering yang dicampur dengan terasi super . Ciri yang mudah untuk membedakannya yaitu warna terasi super cukup khas yaitu berwarna abu-abu gelap , namun jika terasi biasa warnanya kuning kemerah-merahan.
“ Terasi kualitas biasanya warnanya kuning kemerah-merahan , karena bahan bakunya dari ikan kering yang digiling halus dan dicampur bahan lainnya, nah terasi seperti itulah yang setiap waktu ada karena pasokan ikan kering setiap hari selalu ada “, tambah Shofyan sambil menunjukkan tumpukan zak plastic berisi ikan kering.
Selain  membuat terasi , shofyan juga mengolah  berbagai jenis ikan kering baik asin maupun tawar yang dibeli dari para nelayan disekitar desanya . Ikan- ikan basah itu dikeringkan menurut jenisnya masing-masing , setelah jadi ikan tersebut selain diambil para pengepul ,juga di pasarkan sendiri ke daerah Pati , Rembang dan juga Semarang . Setiap seminggu dua kali ia kirim ikan kering ke pengepul langganannya dengan kendaraan truk kecil berkapasitas 4- 5 ton. Ikan-ikan kering darinya cukup diminati oleh para pengepul disana yang selanjutnya untuk diolah kembali atau dijual ke pasar-pasar tradisional di sana.Untuk pemasaran ikan kering ini tidak ada kendala sama sekali.
Udang Rebon Bahan baku terasi
Ketika ditanya kendala lain yang menghadapinya adalah kurangnya modal untuk perputaran barang dagangan , terutama jika produksi ikan nelayan sedang banyak karena ketersediaan modal kurang meski harganya murah tidak bisa ambil dagangan. Selain itu juga faktor cuaca terutama jika musim hujan tiba produksi ikan banyak namun kesulitan untuk mengolahnya karena panas matahari yang kurang. Oleh karena itu dia mengharapkan adanya bantuan pembinaan dari pemerintah agar usaha yang dirintisnya puluhan tahun yang lalu terus bisa berjalan dengan baik.
“ Ya selain modal kami berharap adanya alat pengering ikan yang bisa dipergunakan dikala musim penghujan . Dengan adanya alat tersebut jika panas kurang kita terus bisa mengolah ikan . Tolong ini disampaikan pada pemerintah agar kami mendapat pembinaan agar usaha kami lancar”, harap Jumadi putra Sofyan pemilik usaha pengeringan ikan “Sopan Jaya “ desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak(FM)

0 komentar:

Posting Komentar